Evakuasi Dramatis Pecinta Reptil Jatuh di Jurang Curug Lawe Semarang
EVAKUASI - TIM SAR evakuasi pemuda pecinta reptile yang jatuh ke jurang Curug Lawe Semarang.-istimewa-
SEMARANG, radartegal.com - Seorang pecinta reptil asal Yogyakarta mengalami insiden kecelakaan saat melakukan aktivitas herping di kawasan wisata alam Curug Lawe Benowo, Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Korban terperosok ke dalam jurang berkedalaman sekitar 40 meter saat menyusuri jalur setapak di tengah area hutan.
Proses penyelamatan korban berjalan penuh tantangan dan memicu keprihatinan banyak pihak. Medan yang curam serta kondisi gelap gulita di tengah malam membuat tim SAR gabungan harus berjuang ekstra keras untuk mengangkat pemuda tersebut.
Kronologi Pecinta Reptil Terpeleset di Curug Lawe Benowo
Peristiwa naas ini menimpa Galih Rizky, pemuda berusia 20 tahun yang tercatat sebagai warga Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Korban menjelajahi kawasan air terjun Curug Lawe Benowo bersama tiga orang rekannya untuk berburu dokumentasi satwa.
Aktivitas herping atau pengamatan reptil dan amfibi di habitat aslinya tersebut berubah menjadi musibah saat rombongan menyusuri jalan setapak di hutan. Pencahayaan yang sangat minim membuat korban tidak menyadari bahwa area di sisi jalurnya merupakan jurang yang sangat curam.
BACA JUGA:Semarang dan Jakarta Jadi Tujuan Utama Penumpang dari Stasiun Tegal Saat Libur Panjang Maulid Nabi
BACA JUGA:Cara UMKM Kuliner dan Kriya Semarang Menembus Pasar Ekspor Mancanegara
Kondisi jalur yang licin akibat paparan embun malam memperburuk keadaan. Galih mendadak kehilangan pijakan, terpeleset, lalu terperosok langsung ke dasar jurang sedalam 40 meter.
Evakuasi Dramatis Menggunakan Teknik Pertolongan Ketinggian
Mengetahui rekannya jatuh ke dasar jurang, salah satu anggota rombongan segera menghubungi Basarnas Semarang untuk meminta bantuan darurat. Tim SAR gabungan langsung diterjunkan menuju lokasi kejadian guna melakukan operasi penyelamatan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, membenarkan kejadian tersebut melalui sebuah keterangan resmi. Ia mengonfirmasi bahwa korban sedang melakukan kegiatan pengamatan satwa liar saat insiden terjadi.
"Saat kejadian, korban bersama tiga rekannya yang lain dalam rangka herping," ungkap Budiono dalam video yang beredar.
BACA JUGA:Lintasan Atletik GOR Tri Lomba Juang Semarang Ditutup Lagi, Ini Sebab dan Alternatif Lokasinya
BACA JUGA:Kronologi Penemuan Bayi di Makam Desa Pakopen Bandungan Semarang: Masih Hidup Terbungkus Plastik
Proses pengangkatan korban membutuhkan waktu lebih dari dua jam karena tantangan medan dan terbatasnya jarak pandang. Petualangan penyelamatan ini mengandalkan High Angle Rescue Technique (HART), yakni metode khusus pertolongan di medan terjal atau ketinggian.
Kondisi Korban Usai Berhasil Dievakuasi Tim SAR
Setelah perjuangan panjang di tengah kegelapan malam, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menjangkau posisi korban. Pemuda asal Jogja tersebut berhasil diangkat dari dasar jurang sekitar pukul 02.00 WIB pada Sabtu (29/8/2026) dini hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



