Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Slatri Swadaya Cor Jalan di Brebes
Warga Pedukuhan Sikancil, Desa Slatri, Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes melakukan perbaikan jalan secara swadaya.(istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Warga Pedukuhan Sikancil, Desa Slatri, Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes melakukan perbaikan jalan secara swadaya. Sejumlah warga mulai dari anak muda hingga orang tua ikut dalam aksi gotong-royong melakukan pengecoran secara swadaya.
Adonan cor yang diturunkan dari truk besar langsung diratakan oleh warga untuk memperbaiki jalan yang rusak parah. Perbaikan dilakukan bertahap dengan sistem buka-tutup jalan agar aktivitas warga tetap berjalan. Perbaikan jalan itu dilakukan dengan cara penggalangan dana di ruang digital.
Aksi ini berawal dari kegelisahan seorang tokoh sesepuh Dusun Sikancil. Hal itu dibenarkan langsung oleh penggerak Sorban Sikancil, Ustad Hilman, saat dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon. Gerakan kolektif itu timbul lantaran kekhawatiran warga terhadap bahaya akibat jalan rusak.
"Awalnya itu dari rasa empati sesepuh kami. Beliau itu rutin jogging di sepanjang jalan. Beliau melihat hampir semua pengguna jalan itu saling berebut untuk mendapatkan area jalan yang bagus karena menghindari lubang. Beliau khawatir akan ada kecelakaan yang tidak diinginkan," ujar Ustad Hilman mengawali ceritanya.
BACA JUGA: Ada Inpres, Jalan di Brebes Bakal Diperbaiki dengan Anggaran Rp50 Miliar
BACA JUGA: Struktur Tanah Labil, Ruas Jalan di Brebes Kembali Rusak
Keresahan itu kemudian dia sampaikan dengan mengundang jajaran Pimpinan Ranting GP Ansor Dusun Sikancil ke rumahnya.
"Dari pemikiran beliau itu, jajaran kami mencoba menerjemahkan menjadi sebuah aksi nyata yang tentunya bertujuan untuk kemaslahatan bersama. Kami lanjutkan koordinasi dengan Kadus Sikancil, Bapak Slamet Arifin dan disepakati perbaikan penambalan jalan menggunakan cor manual dengan material yang tidak terlalu banyak," lanjutnya.
Panitia pun hanya membuat poster sederhana dan dibagikan di grup chat warga Dusun Sikancil, namun hasilnya di luar dugaan. "Yang tidak terduga ternyata antusias warga sangat tinggi. Dengan sendirinya mereka atas dasar kesadaran diri ingin ikut berpartisipasi dengan memberikan donasi uang sesuai kemampuan masing-masing. Ini murni swadaya," tegasnya.
Akhirnya, tepat Sabtu, 1 Agustus 2026, kegiatan itu dieksekusi dan an rencananya akan terus berlanjut. "Selanjutnya kegiatan tersebut akan dilanjutkan rencananya minggu depan setelah coran yang pertama dianggap layak untuk dilewati oleh warga," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
