Menu Tahu Diduga Basi, Insiden Dugaan Keracunan MBG di Semarang Diselidiki
DUGAAN KERACUNAN- Imbas menyantap menu tahu diduga basi, ratusan murid SMK Negeri 6 dipulangkan awal akibat insiden dugaan keracunan MBG di Semarang.-radar tegal group-
radartegal.com- Krisis kesehatan publik berskala masif dilaporkan melanda lingkungan institusi pendidikan menengah kejuruan di ibu kota Provinsi Jawa Tengah pasca-penyaluran draf ransum pangan nasional. Ratusan pelajar harian kedapatan ambruk secara beruntun dengan keluhan klinis pencernaan yang seragam setelah mengonsumsi paket makanan yang didistribusikan oleh pihak pengelola logistik. Kasus dugaan keracunan MBG di Semarang ini langsung memicu respons kedaruratan dari jajaran medis darurat guna menyelamatkan hajat hidup para korban, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Pusaran kasus dugaan keracunan MBG di Semarang tersebut secara spesifik menimpa klaster siswa-siswi di SMK Negeri 6 Semarang pada Jumat, 31 Juli 2026 kemarin. Berdasarkan informasi primer di lapangan, paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan massal kepada para murid sekitar pukul 09.00 WIB.
Memasuki jeda waktu satu jam kemudian, kepanikan mulai meletus setelah ratusan anak secara kolektif mengeluhkan gejala mual, diare akut, muntah, hingga pusing hebat.
Melihat volume keparahan dampak gangguan kesehatan yang kian meluas, pihak manajemen sekolah mengambil draf keputusan taktis memulangkan seluruh siswa lebih awal pada pukul 11.00 WIB. Otoritas pendidikan juga langsung berkoordinasi hulu-hilir dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang, puskesmas terdekat, serta instansi terkait untuk mengirimkan armada ambulans evakuasi.
BACA JUGA: MK Pisahkan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan, DPR Minta Segera Ditindaklanjuti
BACA JUGA: Formagi Audensi dengan DPRD, Dorong Tata Kelola Sampah MBG di Brebes
Beberapa korban yang kondisinya melemah sempat mendapatkan penanganan darurat di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebelum akhirnya dilarikan ke pusat medis.
Salah seorang saksi mata sekaligus korban yang meminta identitas aslinya disamarkan dengan draf nama Milea membeberkan runtunan kejadian yang menimpa ruang kelasnya. Milea mengungkapkan bahwa menu paket MBG yang mereka santap pada hari itu berisi kompartemen lauk tahu goreng, telur kecap manis, serta satu kotak susu cair.
Berdasarkan pengamatan inderanya, kondisi olahan tahu yang disajikan oleh vendor katering hulu terindikasi kuat sudah tidak segar lagi dan mengeluarkan aroma basi.
Ironisnya, Milea juga mengonfirmasi adanya indikasi penurunan kualitas bahan pangan pada kuota menu MBG yang dibagikan satu hari sebelum hal ini terjadi. Pada menu hari Kamis yang menyajikan ayam rendang dan sayur daun singkong, rasa sayuran pelengkap tersebut juga dirasakan para siswa sudah agak basi.
BACA JUGA: Sukses Budidaya Maggot dengan Manfaatkan Sampah MBG, Formagi Mulai Kembangkan Ternak Lele
BACA JUGA: 11 Warga di Brebes Ngeluh Mual Hingga Pusing Beberapa Jam Usai Santap Menu MBG
Akibat akumulasi konsumsi tersebut, Milea pribadi harus merasakan rintangan fisik keluar masuk kamar mandi sebanyak empat kali karena didera diare seperti dikutip dari jateng.disway.id,
Redaksi memandang insiden ini dengan empati mendalam terhadap nasib para siswa, sembari mendesak transparansi tata kelola pengawasan katering hulu. Sektor pemenuhan gizi anak bangsa tidak boleh dikorbankan oleh kelalaian standarisasi higienitas dari pihak penyedia jasa masakan komersial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
