Sumur Mengering, Warga Jatinegara Tegal Mandi di Pinggir Sawah

Sumur Mengering, Warga Jatinegara Tegal Mandi di Pinggir Sawah

AIR BERSIH - Musim kemarau, sejumlah warga Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal mencari air bersih di tepi sawah, Selasa (21/7/2026).-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-

JATINEFGARA, radartegal.com - Antrean ember dan jeriken kini menjadi pemandangan harian di tepi persawahan Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Akibat musim kemarau, warga setempat harus berjuang keras demi mendapatkan air bersih.

Sumur-sumur milik penduduk mulai mengering, membuat mereka terpaksa menghemat pasokan yang tersisa. Situasi krisis ini memaksa warga mencari alternatif lain untuk mencukupi kebutuhan harian.

Dampak Kemarau di Tamansari: Sumur Surut dan Antrean Panjang

Musim kemarau memang baru berlangsung beberapa pekan di wilayah Kabupaten Tegal. Namun, dampaknya sudah terasa nyata bagi warga Desa Tamansari.

Debit air sumur di permukiman menyusut drastis. Warga kini membatasi penggunaan air sumur rumah tangga khusus untuk kebutuhan mendesak.

BACA JUGA:Bendungan Jlantah Rp1,08 Triliun di Karanganyar Diresmikan, Sumanto: Alternatif Solusi Krisis Air Bersih

BACA JUGA:Warga di Brebes Mulai Kekurangan Air Bersih, BPBD Lakukan Hal Ini

Guna menghemat stok yang makin menipis, warga membagi alokasi air dengan sangat ketat. Air sumur hanya dipergunakan untuk konsumsi harian.

"Kalau sumur saat ini masih bisa diambil airnya, tapi itu saja dua hari sekali dan itupun hanya untuk minum dan memasak. Kalau mandi dan mencuci ya ke sumber air yang masih ada di pinggir sawah," ujar Sumyati (42), warga setempat, Selasa (21/7/2026).

Pola Adaptasi Warga Menghadapi Ancaman Kekeringan

Fenomena kelangkaan air ini sejatinya bukan hal baru bagi masyarakat Tamansari. Desa yang sangat bergantung pada curah hujan ini selalu menghadapi kendala serupa saat hujan absen selama sebulan.

Untuk bertahan, warga mengembangkan pola adaptasi harian. Mereka memanfaatkan mata air di sekitar aliran sungai dan persawahan untuk mandi serta mencuci.

BACA JUGA:Krisis Air Bersih di Kabupaten Tegal Meluas, PMI Guyur Ratusan Ribu Liter Air ke Desa Terdampak

BACA JUGA:Dilanda Kekeringan, 30 Desa di Pemalang Alami Krisis Air Bersih

Banyak warga yang memilih langsung membersihkan diri di pinggir sawah selepas bekerja. Cara ini dinilai paling efektif untuk menjaga sisa cadangan air di rumah.

"Biasanya kalau sehabis pulang dari sawah atau baron, pulangnya langsung mampir ke sumber air sekalian mandi karena untuk menghemat air sumur yang di rumah," tambah Sumyati.

Kendala Bantuan Air Bersih dan Harapan Solusi Permanen

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: