Layanan Kesehatan Gratis Tegal Targetkan 1,7 Juta Warga di 2026
PROGRAM CKG - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto memberikan penjelasan soal Program CKG dan Kurma Mase kepada sejumlah awak media.-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-
SLAWI, radartegal.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal terus mengakselerasi perluasan jangkauan layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini dilakukan tidak hanya dengan menunggu pasien di fasilitas medis, melainkan melalui strategi jemput bola hingga ke rumah warga lewat program Kunjungan Rumah Masyarakat Sehat (Kurma Mase).
Pada saat bersamaan, efektivitas Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berhasil membawa Kabupaten Tegal menempati kategori hijau di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Capaian Target dan Strategi Layanan Kesehatan Dinkes Tegal
Memasuki tahun 2026, Program CKG menetapkan target sasaran sebanyak 1.713.099 jiwa dengan proyeksi capaian minimal 55 persen. Data terkini mencatat setidaknya 516.660 warga atau sekitar 30,16 persen dari total sasaran telah menjalani pemeriksaan medis.
Angka ini menempatkan Kabupaten Tegal sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Jawa Tengah.
BACA JUGA:Perkuat Layanan Kesehatan Pantura Barat, Ahmad Luthfi Resmikan RS Swasta Kota Tegal
BACA JUGA:Kurma Mase: Inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Jemput Bola Layanan Medis
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto, menjelaskan bahwa penanganan kesehatan daerah kini bertumpu pada dua skema utama: menjaga kondisi warga yang sehat dan merawat warga yang sakit.
"Untuk masyarakat sehat kami memiliki Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Program Kurma Mase atau Kunjungan Rumah Masyarakat Sehat. Sedangkan bagi masyarakat yang sakit tersedia pelayanan berobat gratis di puskesmas, Program JKN/PBI Pemda, Program Dokter Spesialis Keliling (Spelling), hingga penanganan gizi buruk sebagai bagian dari percepatan penurunan stunting," ujar Edy, Selasa (21/7/2026).
Mekanisme Kurma Mase dan Layanan CKG secara Masif
Inovasi Kurma Mase mengusung mekanisme aktif dengan menerjunkan Nakes serta kader kesehatan langsung ke pemukiman warga. Fokus utamanya menyasar kelompok rentan yang memerlukan pemantauan medis secara berkala.
Layanan yang diberikan mencakup:
- Pemeriksaan rutin ibu hamil dan tumbuh kembang balita.
- Penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
- Pelacakan kontak erat pasien Tuberkulosis (TB).
- Edukasi dan penyuluhan kesehatan berbasis kebutuhan warga.
BACA JUGA:Ribuan Warga Manfaatkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Tegal
BACA JUGA:Wajib Tahu! Daftar Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan dan Aturan Denda Rawat Inap 2026
"Perbedaan mendasar dengan Program CKG terletak pada lokasi pelayanan. Pada CKG masyarakat datang ke tempat acara, sedangkan Kurma Mase menggunakan pola petugas mendatangi warga," tutur Edy.
Di sisi lain, skema CKG digelar secara meluas memanfaatkan berbagai momentum daerah. Petugas puskesmas hadir dalam kegiatan Tilik Desa bersama Bupati Tegal, peringatan Hari Buruh, Hari Jadi Kabupaten Tegal, agenda instansi pemerintah, sekolah, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Cakupan Seluruh Usia dan Pengawasan Kesehatan Berkelanjutan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


