Kurma Mase: Inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Jemput Bola Layanan Medis

Kurma Mase: Inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Jemput Bola Layanan Medis

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Tegal--

SLAWI, radartegal.com – Pemerintah Kabupaten Tegal terus melakukan terobosan besar untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan yang merata dan berkualitas. Melalui komitmen jangka panjang, bentuk nyata Inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal kini resmi dihadirkan ke tengah-tengah masyarakat lewat peluncuran program unggulan bernama Kurma Mase (Kunjungan Rumah Masyarakat Sehat).

Program inovatif ini dirancang khusus untuk mendatangkan petugas medis secara langsung ke depan pintu rumah warga di seluruh pelosok wilayah Tegal. Langkah strategis dalam Inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal tersebut sengaja dioptimalkan guna memangkas jarak geografis serta birokrasi layanan kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat rentan dan lansia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto, menjelaskan bahwa program kesehatan di wilayahnya kini berfokus pada pendekatan humanis yang seimbang. Kebijakan ini terbagi secara sistematis menjadi dua klaster besar, yaitu penanganan proaktif bagi masyarakat sehat serta pengobatan gratis bagi warga yang sedang sakit.

Penerapan program Kurma Mase ini menjadi pembeda utama dari pola pelayanan konvensional yang selama ini mewajibkan pasien datang ke puskesmas. Dengan sistem jemput bola, petugas kesehatan lintas sektor bersama para kader posyandu aktif menyusuri pemukiman warga untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

BACA JUGA: Target Tegal Tanpa Pasung November 2025, Dinas Kesehatan Perkuat Janji Penanganan Gangguan Jiwa

BACA JUGA: Proteksi Dini Kanker, Dinas Kesehatan Tegal Rangkul Buruh Wanita

Melalui cara ini, deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit kronis dapat ditekan sedini mungkin sebelum membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut di rumah sakit.

Strategi Pelayanan Kesehatan Berbasis Kunjungan Rumah

Dalam pelaksanaannya di lapangan, Inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal melalui Kurma Mase menyasar kebutuhan dasar medis yang sangat komprehensif. Petugas tidak hanya sekadar memeriksa tensi darah, melainkan juga melakukan serangkaian tindakan preventif dan edukatif yang krusial bagi ketahanan kesehatan keluarga.

Beberapa jenis pelayanan medis langsung yang diberikan melalui Kurma Mase antara lain:

  • Pemeriksaan rutin berkala bagi ibu hamil untuk mencegah risiko kematian ibu dan anak.
  • Pemantauan tumbuh kembang balita secara intensif guna mendeteksi gejala stunting sejak dini.
  • Distribusi dan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi bagi anak-anak kurang mampu.
  • Pelacakan kontak erat pasien tuberkulosis (TB) secara masif untuk memutus rantai penularan di desa.
  • Penyuluhan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) langsung di ruang tamu rumah warga.

BACA JUGA: 202 Warga di Brebes Suspek Campak, Ini Kata Dinas Kesehatan

BACA JUGA: Cukup Pakai KTP, Layanan Berobat Gratis di Puskesmas Tegal Kian Dipermudah

Edy Sucipto menegaskan bahwa esensi dari Kurma Mase adalah membalik paradigma pelayanan. Jika pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masyarakat yang bergerak mendatangi posko atau balai desa, maka pada Kurma Mase petugaslah yang meluangkan waktu mendatangi warga.

Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan rasa nyaman bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik untuk bepergian jauh.

Capaian Target CKG dan Integrasi Sistem Kesehatan Pantura

Selain mengandalkan Kurma Mase, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal juga menggenjot capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pada tahun ini, target sasaran yang dibidik sangat besar, yakni mencapai 1.713.099 jiwa di seluruh Kabupaten Tegal dengan target performa capaian minimal 55 persen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait