KKN Program BDS UPS Tegal Terapkan 5 Pilar

KKN Program BDS UPS Tegal Terapkan 5 Pilar

Rektor UPS Tegal melepas mahasiswa peserta KKN--

TEGAL, radartegal.com - Rektor Universitas Pancasakti ( UPS) Tegal, Prof. Dr. Taufiqulloh, M.Hum., secara resmi melepas 1.025 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Bina Desa Sakti (BDS) Tahun 2026. Mereka nantinya akan mengabdi di sembilan kabupaten, 9 kecamatan, dan 70 desa di Kabupaten Purworejo, Indramayu, Cirebon, Wonosobo, Tegal, Brebes, Kebumen, Pemalang, dan Ngawi.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Taufiqulloh, M.Hum menegaskan bahwa pelaksanaan KKN harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal itu, sejalan dengan slogan Universitas Pancasakti Tegal, yakni "Inovatif, Adaptif, Global".

Menurutnya, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diharapkan dapat mengimplementasikan program kerja yang menyentuh lima pilar utama. Yaitu pilar pendidikan, pilar ekonomi, pilar kesehatan, pilar lingkungan, dan pilar jati diri masyarakat.

Prof. Taufiqulloh mencontohkan, mahasiswa yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi dapat mengenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada masyarakat. Sebagai bentuk inovasi dan transfer pengetahuan. 

BACA JUGA: Tanamkan Budaya Antikorupsi Sejak Dini, Pemkot Tegal Gelar Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi

BACA JUGA: Mahasiswa FKIP UPS Tegal Perkenalkan Budaya Indonesia melalui Pembelajaran Bahasa Inggris di Thailand

Kehadiran mahasiswa di desa diharapkan mampu menghadirkan solusi kreatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Rektor juga berpesan kepada seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar senantiasa membimbing, mengarahkan, serta melakukan koordinasi secara intensif dengan mahasiswa selama pelaksanaan KKN. 

Menurutnya, KKN tidak hanya menjadi wadah untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi proses pembelajaran dalam membangun komunikasi, kepemimpinan, kerja sama. Serta kemampuan berkolaborasi di tengah keberagaman latar belakang mahasiswa.

"KKN merupakan kesempatan untuk belajar hidup di tengah masyarakat yang sesungguhnya. Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan kondisi wilayah, menghormati budaya, adat istiadat, nilai, dan norma yang berlaku di setiap desa," pesannya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menghadapi setiap persoalan sendirian. Apabila menemui kendala selama menjalankan program, mahasiswa diminta segera berkoordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan, Koordinator Wilayah, LPPM, maupun pihak rektorat agar setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan baik.

BACA JUGA: Mahasiswa Informatika UPS Boyong Juara di Ajang Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Tegal

BACA JUGA: Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, UPS Tegal Hadir Kawal Rekomendasi Strategis Nasional

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: