Atasi 6.705 Kasus, Program Pemberantasan Tuberkulosis Kabupaten Tegal Dipacu

Atasi 6.705 Kasus, Program Pemberantasan Tuberkulosis Kabupaten Tegal Dipacu

KASUS TB- Bupati Ischak mendorong program pemberantasan tuberkulosis di Kabupaten Tegal diperkuat lintas sektor guna mengatasi tingginya estimasi 6.705 kasus TB.--

SLAWI, radartegal.com – Tantangan sektor kesehatan umum di wilayah Pantura Barat kini tengah menjadi perhatian serius jajaran pemerintah daerah. Berdasarkan data estimasi kesehatan terbaru, Kabupaten Tegal menduduki beban kasus penyakit paru tertinggi ketiga di Jawa Tengah dengan proyeksi mencapai sekitar 6.705 kasus. Menyikapi kondisi tersebut, bupati mendorong program pemberantasan tuberkulosis diperkuat melalui perluasan kolaborasi lintas sektor serta penguatan pendampingan intensif bagi para pasien agar bisa sembuh total.

Arahan strategis mengenai penajaman program pemberantasan tuberkulosis tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman. Saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Cabang PPTI Kabupaten Tegal Masa Bakti 2025–2030 di Universitas Bhamada Slawi pada Sabtu 27 Juni 2026, Ischak memaparkan data capaian penemuan medis berjalan di lapangan sebagai berikut:

  • Pemeriksaan Terduga: Sebanyak 13.637 warga terduga klinis telah menjalani skrining laboratorium.
  • Kasus Ditemukan: Sebanyak 2.433 kasus infeksi paru berhasil diidentifikasi secara medis.
  • Pasien Diobati: Sebanyak 2.280 pasien saat ini sudah rutin menjalani masa terapi pengobatan.

"Tuberkulosis masih menjadi tantangan serius bagi pembangunan indeks kesehatan kita. Untuk mencapai target eliminasi nasional pada tahun 2030, diperlukan kerja nyata yang terintegrasi, tidak hanya oleh jajaran dinas kesehatan, tetapi juga oleh organisasi kemasyarakatan," ujar Ischak Maulana Rohman di Slawi.

BACA JUGA: Jangkau 706 Desa di Jateng, Program Speling Efektif untuk Skrining Penderita Tuberkulosis

BACA JUGA: Perluas Jangkauan Deteksi Dini Kasus TBC di Tegal, Pak Bhabin Dilibatkan dalam Proses Tracing

Dalam komitmen menyukseskan program pemberantasan tuberkulosis ini, Bupati Ischak meminta kepengurusan baru PPTI Kabupaten Tegal yang dipimpin Muchtar Mawardi tidak hanya fokus pada operasional internal organisasi. PPTI dituntut menghadirkan manfaat kemanusiaan langsung yang menyentuh kondisi ekonomi pasien, seperti penyaluran bantuan stimulan transportasi serta pendampingan psikologis selama masa terapi obat minimal enam bulan tanpa putus.

Langkah taktis ini didukung penuh oleh jajaran Polres Tegal, pemerintah desa, hingga pemanfaatan jaringan Gerakan Pramuka sebagai garda terdepan untuk melakukan edukasi dini di tingkat sekolah dan pedesaan. Melalui integrasi kampanye bertajuk "Temukan, Obati Sampai Sembuh" (TOSS), seluruh elemen berkomitmen menghapus stigma negatif sosial dan memastikan pemenuhan hak pengobatan yang layak bagi para penderita di Kabupaten Tegal.

FAQ Strategi Program Pemberantasan Tuberkulosis Daerah

Mengapa program pemberantasan tuberkulosis di Kabupaten Tegal diperketat?

Langkah ini dipacu karena Kabupaten Tegal menduduki beban kasus TB tertinggi ketiga di Jawa Tengah dengan estimasi mencapai 6.705 kasus pada tahun 2026.

Bagaimana kontribusi Gerakan Pramuka dalam menekan angka kasus penyakit ini?   

Gerakan Pramuka dilibatkan secara aktif sebagai mitra edukasi dan deteksi dini guna memperluas sosialisasi pencegahan hingga ke tingkat desa dan sekolah.

Bantuan apa yang diserahkan dalam pelantikan pengurus PPTI Kabupaten Tegal? 

Pengurus Wilayah PPTI Jawa Tengah menyerahkan bantuan sarana prasarana berupa satu unit laptop untuk mendukung digitalisasi pelaporan penanggulangan TB di daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: