2026 Jadi Prioritas, Wali Kota Berharap Ada Perluasan dalam Pengembangan Pelabuhan Tegal
Wali Kota Dedy Yon sampaikan harapan dalam pengembangan pelabuhan Tegal--
JAKARTA, radartegal.com - Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mendampingi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal (Ditjend) Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan di Ruang Rapat Nelayan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Mina Bahari II Lantai 12 Jakarta, Kamis, 2 April 2026 siang.
Hadir dalam pertemuan, Direktur Jenderal (Dirjen Perikanan Tangkap Lotharia Latif beserta jajaran, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, beserta OPD terkait. Serta Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono yang didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Tegal, Cucuk Daryanto.
Dalam kesempatan itu, Dedy Yon menanggapi rencana pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari Tegal yang menjadi prioritas di 2026 ini. Dirinya berharap nantinya ada penambahan luas Pelabuhan, sehingga dapat menampung lebih banyak kapal.
"Saya berharap kalau luasannya. Minimal empat kali lipat yang sudah ada," katanya.
BACA JUGA: 150 Kapal Nelayan Padati Pelabuhan Tegal, Ternyata Ini Penyebabnya
BACA JUGA: Agustus Pelabuhan Batang Siap Beroperasi, Bongkar Muat Barang Lebih Efesien
Menurut Dedy Yon, penambahan setidaknya sekitar 60 hektar, agar luasannya menjadi 77,2 hektar. Dedy Yon mengungkapkan permasalahan yang terjadi di PPN Tegalsari ini sudah lima kali menelan korban dari kebakaran kapal yang hampir terjadi setiap tahun.
Luas pelabuhan di Kota Tegal, kata Dedy, saat ini hanya 17,2 hektar. Jika melihat kapasitas, saat awal perencanaanya hanya untuk 500 kapal dengan rata-rata 25 - 150 Gross Tonnage (GT).
Namun, pada kenyataannya sekarang sudah mencapai 50 - 200 GT. Sehingga dirata-rata mencapai 100 GT.
"Jadi pelabuhan yang sekarang ini idealnya cukup hanya 350 kapal. Sedangkan pada waktu-waktu lebaran saat nelayan sedang ramai mendarat dapat dipastikan sampai 1.300 kapal. Ini sudah over kapasitas," ujar Dedy Yon.
BACA JUGA: Lantik Kapolsek, Kapolres Tegal Kota: Adanya Pelabuhan Jadikan Tegal Barat Strategis Namun Rawan
BACA JUGA: Tak Ada Kejadian Menonjol, Posko Nataru di Pelabuhan Tegal Resmi Ditutup
Dedy Yon menambahkan, karena sudah melebihi kapasitas maka akan menyulitkan kapal untuk parkir. Apalagi ketika terjadi kebakaran maka ketika satu kapal terbakar akan mudah menyebar ke kapal-kapal lain yang saling berdekatan.
Sebelumnya, Dirjen Perikanan Tangkap, Lotharia Latif mengungkapkan di 2026, pihaknya akan fokus pada pengembangan pelabuhan yang ada di Tegal, Cilacap dan Pekalongan. Itu, sejalan dengan proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Market Phase II dengan dukungan pinjaman luar negeri dari Asian Development Bank (ADB).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
