Ironi HUT ke-120 Kota Pekalongan: 1750 KK di Pasirsari Terjebak Banjir Akibat Tanggul Jebol

Ironi HUT ke-120 Kota Pekalongan: 1750 KK di Pasirsari Terjebak Banjir Akibat Tanggul Jebol

BANJIR- Di tengah perayaan HUT ke-120 Kota Pekalongan yang jatuh pada 1 April 2026, duka menyelimuti warga di wilayah pinggiran. Sebanyak 1.750 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, masih harus berjuang melawan banjir. --

radartegal.com – Di tengah perayaan HUT ke-120 Kota Pekalongan yang jatuh pada 1 April 2026, duka menyelimuti warga di wilayah pinggiran. Sebanyak 1.750 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, masih harus berjuang melawan banjir yang telah merendam permukiman mereka selama sepekan terakhir.

Banjir setinggi 50 sentimeter ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Bremi sepanjang 15 meter pada 26 Maret 2026. Hingga Kamis 2 April 2026, genangan air tak kunjung surut, melumpuhkan aktivitas sosial dan ekonomi warga sepenuhnya.

Keluhan Warga: "Sepekan Belum Ada Bantuan"

Kondisi di lapangan menunjukkan keresahan warga yang merasa penanganan pemerintah tergolong lambat. Berikut adalah fakta-fakta yang dihimpun dari warga terdampak:

  • Ekonomi Lumpuh: Sebagian besar warga tidak bisa bekerja. Lina (32), seorang pedagang setempat, mengaku kehilangan mata pencahariannya karena akses yang terputus.
  • Minim Logistik: Warga mengklaim bantuan belum merata. "Sudah seminggu semua mandiri. Mohon diperhatikan lagi warganya, perbaiki tanggulnya," keluh Lina.
  • Banjir Berulang: Tohari, warga lainnya, menyebut wilayahnya sudah dua kali dilanda banjir besar dalam setahun terakhir, bahkan banjir sebelumnya sempat bertahan hingga 40 hari.

BACA JUGA: Diterjang Banjir, Rumah Lansia di Brebes Rusak Berat: Dinperwaskim Gandeng Baznas Lakukan Ini

BACA JUGA: Jembatan di Brebes Putus Diterjang Banjir, Bupati Lakukan Hal Ini

Analisis BPBD: Debit Air Sungai Bremi Melebihi Kapasitas

Kepala BPBD Kota Pekalongan Budi Suheryanto memberikan penjelasan teknis terkait penyebab lambatnya air surut di wilayah Pasirsari:

  • Curah Hujan Ekstrem: Hujan lebat di wilayah hulu (Kabupaten Pekalongan) membuat debit air Sungai Bremi meningkat tajam.
  • Tanggul Terkikis: Tanggul sepanjang 15 meter jebol setelah tidak kuat menahan beban air yang di luar prediksi cuaca.
  • Topografi Cekungan: Dusun Pasirsari berada di titik geografis yang cekung, sehingga air tertahan di pemukiman meski tanggul sementara telah ditutup.

Langkah Penanganan dan Update Pengungsi

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas PUPR, BPBD, dan Pusdataru Provinsi Jateng telah melakukan beberapa langkah darurat:

1. Pemasangan Tanggul Darurat

Petugas telah mengerahkan material berupa:

  • 9.000 sandbag (kantong pasir)
  • 250 batang kayu dan 100 bambu
  • 100 sesek (anyaman bambu)

BACA JUGA: Banjir Ketanggungan Brebes Sempat Hambat Arus Balik 2026

BACA JUGA: Sungai Comal Meluap, Banjir Genangi Seluruh Desa Pesantren Kecamatan Ulujami

2. Upaya Penyedotan Air (Pompa)

BPBD mengakui keterbatasan alat menjadi kendala utama. Saat ini baru tersedia 3 unit pompa portable di Pasirsari, padahal idealnya dibutuhkan minimal 10 unit untuk mempercepat pengeringan lahan cekung tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: