Bencana Tanah Bergerak di Brebes Meluas, Kini 5 Pedukuhan Sudah Terdampak
--
BREBES, radartegal.com — Bencana tanah bergerak di Desa Mendala Kecamatan Sirampog Kabupaten BREBES kian meluas. Di mana, sebelumnya terjadi di empat pedukuhan, kini bertambah satu pedukuhan menjadi lima.
Pedukuhan yang mulai mengalami pergerakan tanah bergerak yakni Dukuh Ares, yang sebelumnya aman dari ancaman. Sedangkan empat pedukuhan yang sudah mengalami pergerakan tanah yakni Dukuh Karanganyar, Babakan, Cupang Bungur, dan Krajan yang lebih dulu terdampak.
Data terakhir mencatat 502 jiwa terdampak dengan 404 di antaranya terpaksa mengungsi ke tenda-tenda darurat di Posko Gunungpoh serta rumah-rumah kerabat yang masih aman. Sedangkan di Dukuh Ares sedikitnya ada 63 jiwa terdampak akibat pergerakan tanah.
Sejak Kamis dini hari, tanah terus bergerak menuju Kali Pedes, menyebabkan 114 rumah rusak dan 5 fasilitas umum mengalami kerusakan. Fasilitas umum yang terdampak yakni musala dan sekolah.
BACA JUGA: Pengungsi Akibat Bencana Tanah Bergerak di Brebes Terus Bertambah
BACA JUGA: Bukan yang Pertama, Bencana Tanah Bergerak di Mendala Brebes Pernah Terjadi Pada 1979
“Kami hanya bisa pasrah, tapi tetap berusaha bertahan. Rumah sudah mulai retak, dan suara gemeretak tanah itu terus terdengar tiap malam,” ungkap salah satu warga Dukuh Ares yang kini tinggal di tenda pengungsian.
Bencana tersebut sangat berdampak pada warga sekitar. Selain mengancam keselamatan jiwa bencana itu juga mengoyak rasa aman dan ketenangan warga. Apalagi saat ini curah hujan masih sering turun.
Pemerintah daerah bersama BPBD Brebes, TNI, Polri, dan relawan masih terus berjibaku mengevakuasi warga, mendirikan posko, serta mengatur kebutuhan logistik bagi para pengungsi. Meski demikian, keterbatasan fasilitas dan cuaca buruk menjadi tantangan tersendiri di lapangan.
“Kami sangat berharap bantuan dari berbagai pihak. Kondisi di sini makin rawan, sementara kebutuhan terus bertambah,” ujar Kepala Desa Mendala Muhammad Basori kepada awak media.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


