Pengungsi Akibat Bencana Tanah Bergerak di Brebes Terus Bertambah

Pengungsi Akibat Bencana Tanah Bergerak di Brebes Terus Bertambah

--

BREBES, radartegal.com - Jumlah pengungsi akibat perpindahan tanah di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog terus bertambah. Data terbaru, total ada 439 warga Desa Mendala yang mengungsi akibat tanah bergerak, Senin 21 April 2025.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes Wibowo Budi Santoso mengatakan, total warga yang mengungsi per hari ini mencapai 439 orang.

“Begitu juga jumlah rumah yang rusak mengalami penambahan dari 112 rumah menjadi 114 rumah,” ujarnya.

Dari informasi yang didapat, pergerakan tanah di Desa Mendala saat ini masih sering terjadi. Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas.

BACA JUGA: Bukan yang Pertama, Bencana Tanah Bergerak di Mendala Brebes Pernah Terjadi Pada 1979

BACA JUGA: DPRD Brebes Serahkan Bantuan ke Korban Bencana Tanah Bergerak

Kebutuhan yang banyak dibutuhkan saat ini, kata dia, yaitu terkait MCK. Di mana, MCK yang ada saat ini yaitu sebanyak enam unit dinilai dangat kurang. Apalagi, jumlah pengungsi saat ini terus bertambah.

"Termasuk kebutuhan susu dan pempers bagi anak-anak sangat dibutuhkan," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, bencana tanah bergerak di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog ternyata bukan yang pertama kali. Sebelumnya, bencana tanah bergerak juga terjadi pada tahun 1979 lalu.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Mendala M. Basori saat diwawancarai media, Minggu 20 April 2025.

BACA JUGA: Korban Bencana Tanah Bergerak di Brebes Butuh Logistik, Pengungsi: Juga Obat-obatan

BACA JUGA: Terdampak Bencana Tanah Bergerak, 353 Warga di Sirampog Brebes Terpaksa Mengungsi

Basori mengatakan, kejadian yang sama juga terjadi pada 76 tahun lalu atau tepatnya pada 1979 lalu. Namun, kejadian tahun ini cukup banyak warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

“Per sore tadi, total ada 107 rumah yang terdampak akibat kejadian ini. Dan total ada 483 warga yang mengungsi,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: