Jalan Tua Kedungwungu-Lebaksiu Tegal Dihidupkan Lagi, Ratusan Warga Ikut Babat Semak

Jalan Tua Kedungwungu-Lebaksiu Tegal Dihidupkan Lagi, Ratusan Warga Ikut Babat Semak

KERJA BAKTI - Ratusan warga kerja bakti membuka jalan tua di tengah hutan dari Desa Kedungwungu ke Lebaksiu Kabupaten Tegal, Sabtu, 19 Juli 2025. -Yeri Noveli-Radartegal.disway.id

JATINEGARA, radartegal.comJalan tua Kedungwungu-Lebaksiu Tegal dihidupkan kembali. Ratusan warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, bahu-membahu membuka kembali Jalan tua yang sempat hilang ditelan semak dan waktu tersebut. 

Pada era 1980-an, jalan tua Kedungwungu-Lebaksiu Tegal ini merupakan jalur utama penghubung dari Desa Kedungwungu ke Pasar Komplet Slawi. 

Saat itu, Pasar Cerih di Jatinegara belum ada. Aktivitas warga Sitail, Penyalahan, Cerih, Mokaha, hingga Gambuhan, bertumpu pada jalan ini sebagai akses ke pusat ekonomi. Banyak warung berjejer di sepanjang jalan, menjadi saksi geliat ekonomi lokal. 

Namun seiring pembangunan infrastruktur baru, masyarakat mulai beralih ke jalur memutar yang melewati Karangjambu, Bojong, hingga Lebaksiu. 

BACA JUGA: Jalan Margasari-Pagerbarang Tegal Rusak Paran, DPRD Desak Perbaikan

BACA JUGA: Banyak Jalan Rusak di Kabupaten Tegal, Fraksi PDIP Sampaikan Hal Ini

Jalur baru memang layak dilalui kendaraan besar, tetapi jauhnya mencapai 30 kilometer, sangat membebani masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pedagang kecil.

Jalan tua Kedungwungu-Lebaksiu Tegal sepanjang 5,7 kilometer dengan lebar sekitar 8 meter yang melintasi kawasan perbukitan dan hutan pinus milik Perhutani itu kini kembali menggeliat.

Tak ada alat berat. Tak ada upah harian. Hanya tekad gotong royong yang menyatukan semangat warga untuk menghubungkan Desa Kedungwungu menuju Lebaksiu, sebuah jalur penting di masa lalu yang pernah menjadi nadi ekonomi warga sebelum akhirnya terlupakan.

“Kalau lewat jalan ini cuma 5,7 kilometer, bisa hemat waktu dan ongkos. Tapi sekarang sudah tertutup rumput, tinggal jalan setapak,” kata Mukarom, 50 tahun, tokoh masyarakat Kedungwungu yang juga ikut kerja bakti membuka jalan tersebut, Sabtu 19 Juli 2025.

Pembangunan kembali jalan tua Kedungwungu-Lebaksiu Tegal ini dinilai akan membuka akses baru bagi pemerataan ekonomi di wilayah Tegal bagian selatan, khususnya daerah pegunungan yang selama ini tertinggal infrastruktur.

“Ini bukan sekadar jalan. Ini urat nadi yang menyambung harapan warga desa terhadap kemajuan. Kami ingin pemerintah benar-benar mengawal ini sampai selesai,” ujar Mukarom.

Kini, di antara pepohonan pinus yang menjulang, harapan baru perlahan tumbuh. Jalan tua Kedungwungu-Lebaksiu Tegal itu mungkin telah mati, tapi semangat masyarakat untuk menghidupkannya kembali justru menguat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait