Film Tegalan Brangasan dan Wathek Bisa Tembus Pasar Sinema Nasional
Wakil Bupati Tegal, Direktur FIlm, Musik dan Seni Kemendikbudristek RI melakukan salam sinema bersama para sineas muda desa Kepunduhan-radar tegal-Poto : doc. Prokompin Kab. Tegal
SLAWI, radartegal.com – Film Tegalan bertajuk Brangasan dan Wathek disebut bisa tembus pasar film nasional. Hal ini bukan tanpa alasan, karena kedua film karya Desa Sinema Kepunduhan Tegal tersebut berhasil menjuarai ajang Nusantara Short Film Festival 2025.
Brangasan jadi juara 1 dan juara favorit versi Rano Karno pada ajang Nusantara Short Film Festival 2025, pada kategori film humor. Adapun Wathek, meraih juara 2 pada kategori umum ajang tersebut.
Film Tegalan Brangasan dan Wathek merupakan dua dari sejumlah film besutan Desa Sinema Kepunduhan yang ditayangkan dalam Pekan Film Tegal Slawi Ageng Expo 2025.
Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid mengaku bangga dan mendukung sineas muda Kabupaten Tegal, khususnya dari Desa Sinema Kepunduhan untuk tembus pasar film nasional.
BACA JUGA:Pesta Rakyat Slawi Ageng 2025 Usai, Bupati Tegal: Ini Bukan Hanya Kegembiraan
BACA JUGA:KUA-PPAS APBD Perubahan 2025 Kabupaten Tegal : Anggaran Pendapatan Naik 6 Persen
Hal itu Kholid sampaikan saat membuka acara Pekan Film Tegal Slawi Ageng Expodi Gedung Dadali, Jumat 13 Juni 2025 lalu.
Menurut Kholid keberadaan Desa Sinema Kepunduhan sebagai kekuatan baru pengembangan budaya lokal dan penumbuhan sektor ekonomi kreatif.
“Karya-karya yang ditampilkan tidak hanya menghibur, tapi juga menyampaikan pesan moral dan sosial yang kuat. Ini adalah kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Tegal. Kita harus terus dukung agar karya anak-anak muda ini bisa dikenal lebih luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara,” ujar Kholid.
Dia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal untuk memberikan ruang dan dukungan agar komunitas film desa terus berkembang.
BACA JUGA:Jalingkut Brebes-Tegal Rawan Tawuran, Warga Merasa Resah
BACA JUGA:Mengungkap Mitos Candi Bratawali di Tegal, Warisan Hindu Kuno yang Tersembunyi
Menurutnya, sinema bisa menjadi media strategis untuk memperkenalkan potensi daerah, mulai dari budaya, lokasi wisata, hingga produk UMKM.
Kholid berharap Pekan Film Tegal bisa menjadi agenda tahunan yang akan memperkuat ekosistem perfilman lokal sekaligus ruang ekspresi generasi muda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



