Musim Mudik, Volume Sampah di Brebes Naik 165 Ton Per Hari

--
BREBES, radartegal.com – Selama arus mudik dan balik, volume sampah di Kabupaten BREBES mengalami kenaikan 165 ton per hari. Kenaikan ratusan ton sampah itu tersebar di dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di BREBES.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran DLH Brebes, Andriyani, S.Sos., M.M mengatakan, di Brebes sendiri terdapat dua TPA. Yakni, TPA Kalijurang dan TPA Kaliwlingi di Kecamatan Brebes.
Dia menjelaskan, di TPA Kalijurang bisa memproduksi sampah sampai 60 ton per harinya. Selama arus mudik dan balik nanti, diprediksi kenaikan per harinya mencapai 45 ton per hari.
"Sejak H-7 hingga H-1 Lebaran, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kalijurang naik 70 persen. Semula 60 ton per hari, kini meningkat menjadi 105 ton per hari," ujarnya, Senin 1 April 2025.
BACA JUGA: Masalah Sampah, DLHPS Brebes Lakukan Ini
BACA JUGA: Libur Lebaran, Volume Sampah di Brebes Naik 20 Persen
Jika ditotal sejak arus mudik nanti, kenaikan volume sampah di TPA tersebut bisa mencapai 630 ton.
Sementara untuk TPA Kaliwingi, lanjutnya, setiap harinya memproduksi sampah mencapai 150 ton per hari. Sementara prediksi selama arus mudik dan balik bakal mengalami kenaikan mencapai 1.680 ton.
"Untuk TPA Kaliwlingi, volume sampah melonjak 80 persen, dari 150 ton menjadi 270 ton per hari. Itu terhitung sejak H-7 hingga H-1 jelang lebaran," ungkap dia kepada awak media.
Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes menambah ritasi pengangkutan sampah di titik-titik tertentu. Biasanya, sampah di pasar hanya diangkut sekali sehari, kini ditingkatkan menjadi tiga kali sehari agar tidak menumpuk.
BACA JUGA: Lebaran, Volume Sampah Naik, Petugas Terpaksa Lembur
BACA JUGA: Volume Sampah di Kabupaten Tegal 670 Ton per Hari, 62,28 persen Belum Terkelola
"Ritasi dari rest area, terutama di Banjaratma, juga ditambah karena jumlah pemudik meningkat sangat signifikan," ujarnya.
Selain pasar dan rest area, tempat umum lainnya juga mengalami peningkatan sampah. Sampah plastik dan makanan sisa menjadi penyumbang terbesar selama musim mudik. "Kami harus menambah tenaga dan armada pengangkutan agar sampah tidak menumpuk terlalu lama, terutama di area publik yang menjadi titik kumpul pemudik," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: