Tebing Sungai Keruh Kritis, Longsor Masih Terus Terjadi

Tebing Sungai Keruh Kritis, Longsor Masih Terus Terjadi

Tebing di sepanjang Sungai Keruh wilayah Dukuh Blere, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, terus mengalami longsor setelah banjir besar pada 24 Januari lalu.(Istimewa)--

BUMIAYU, radartegal.com - Tebing Sungai Keruh di wilayah Dukuh Blere, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes semakin kritis. Sejak diterjang banjir besar pada 24 Januari 2026 lalu, tebing sungai hingga kini masih terus mengalami longsor.

Pengikisan tebing Sungai Keruh semakin mendekati oprit Jembatan Jalan Lingkar Bumiayu dan merusak bangunan warga di sekitarnya.

Bila debit air Sungai Keruh mengalami peningkatan, bakal mempercepat runtuhnya tanah di bantaran. Dinding tebing bagian selatan kehilangan penopang sehingga longsoran meluas.

Beberapa bangunan warga dilaporkan terdampak dan berada dalam posisi rawan karena tanah di bawahnya terus tergerus.

BACA JUGA:Kecelakaan Tunggal Terjadi di Pantura Tanjung-Brebes, Mobil Listrik Tabrak Tiang Lampu

BACA JUGA:Viral! Wali Murid Temukan Belatung dalam Menu MBG di Brebes

Solihin, 52 tahun, warga setempat, mengatakan kerusakan signifikan mulai terjadi sejak banjir besar melanda kawasan tersebut. Derasnya aliran air merobohkan bagian tebing dan menyeret material tanah sepanjang bantaran sungai.

“Setelah banjir besar kemarin, tebing makin terkikis. Tanahnya terus runtuh, apalagi setiap hujan deras aliran sungai semakin deras dan mengarah ke selatan,” katanya belum lama ini kepada Radar Tegal Grup.

Perubahan arah aliran sungai dinilai menjadi faktor utama memburuknya kondisi. Jika sebelumnya arus berada di sisi utara, kini aliran bergeser ke selatan dan menggerus tepat di bawah oprit jembatan.

Pergeseran tersebut mempercepat erosi dan meningkatkan risiko kerusakan pada struktur penyangga jembatan yang menjadi akses penting penghubung Jalan Lingkar Bumiayu dengan Desa Adisana.

BACA JUGA:Valet and Ride di Brebes Segera Digelar, Persiapan Mulai Dimatangkan

BACA JUGA:Viral Menu MBG Ramadan di Brebes Berjamur, SPPG Gandasuli Minta Maaf

UPT Pengairan Pemali Hulu mencatat, jembatan di titik tersebut pernah mengalami gangguan akibat perubahan alur sungai pada musim hujan sebelumnya. Hal itu menunjukkan kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi ketika debit air meningkat.

Bagian Teknis UPT Pemali Hulu, Abdurrahim, menyampaikan bahwa kondisi tebing Sungai Keruh menjadi perhatian serius. Pihaknya melakukan pemantauan rutin karena potensi longsor dinilai masih tinggi selama musim hujan berlangsung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: