Iklan sukun new

Potensi Bisnis Bibit Anggur Menjanjikan, Pemuda Cawitali Tegal Ini Bisa Raup Uang Jutaan Rupiah

Potensi Bisnis Bibit Anggur Menjanjikan, Pemuda Cawitali Tegal Ini Bisa Raup Uang Jutaan Rupiah

Dika saat menunjukkan buah anggur hasil budidayanya di Desa Cawitali.-Yeri Noveli-

BUMIJAWA, RADARTEGAL.COM - Pria ini bernama Dwi Pradika Setiawan. Dia merupakan warga Desa Cawitali, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. 

Pasca keluar kerja dari sebuah perusahaan di Jakarta, Dika, sapaan akrab pria berusia 29 tahun itu, menggeluti budidaya bibit anggur di desanya. 

Hasil dari produksinya dijual ke berbagai kecamatan, bahkan keluar kota Kabupaten Tegal, dengan pemasaran melalui komunikasi whatsapp dan resellernya.

Lahan pekarangan tersebut merupakan green house yang berukuran kecil. Di lahan itu terdapat pohon anggur yang sedang berbuah dan ratusan bibit anggur dengan berbagai jenis yang siap dijual dan dikirim ke pembeli.

BACA JUGA:Grebek Tempat Judi Sabung Ayam di Kalisapu Tegal, Polisi Amankan 3 Ekor Jago dan Satu Jam Dinding

Dika mengawali tanam buah anggur saat tahun 2020 dan mulai menjual bibit anggur sejak Januari 2021. Saat itu, dirinya harus berhenti kerja di Jakarta karena dampak pandemi Covid-19. 

Saat pulang kampung, Dika mulai memberanikan diri terjun ke dunia pertanian dengan membudidaya buah anggur.

Pemuda yang merupakan lulusan Sarjana Teknik Mesin ini berani mengembangkan bisnis pertanian. Dia membudidaya 19 jenis anggur. 

Semula, ketika masih kerja di ibu kota, Dika mengikuti sebuah seminar tentang budidaya buah anggur. Kemudian dikembangkan di desanya.

BACA JUGA:Korban Gempa Cianjur Bertambah Jadi 62 Jiwa Meninggal Dunia, BNPB Ingatkan Potensi Gempa Susulan

"Saat berhenti kerja karena dampak pandemi, saya pulang kampung dan mulai mencoba bertani buah anggur. Efek pandemi yang mewajibkan harus survive. Tapi, pas praktik kok sulit banget di tanam. Ternyata ada rahasia-rahasia yang belum saya tau," kata Dika, saat ditemui, Sabtu 19 November 2022.

Menurutnya, budidaya buah anggur di desa adalah prospek yang menjanjikan. Hal itu karena belum adanya perkebunan anggur. Suplai anggur saat ini juga masih import. 

Dengan peluang tersebut, ia pun menekuni budidaya anggur. Dan hingga kini sudah berjalan hampir 2 tahun. 

Untuk proses penjualan hasil produksinya, dia melakukannya dengan cara menawarkan ke tetangga rumahnya. Setelah itu mulai dipublikasikan melalui aplikasi whatsapp.

Sumber: