Video Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet Masih Viral di Media Sosial, Padahal Hoaks!
Di dalam video yang tersebar di WhatsApp, terlihat uang logam pecahan Rp1.000 tertempel tepat di lokasi bekas suntikan vaksin yang memicu spekulasi bahwa vaksin Covid-19 mengandung magnet.
Publik Indonesia pun dibuat heboh dengan video tersebut.
Dikutip dari laman resmi Kominfo pada Rabu (2/6), informasi yang menyatakan vaksin Covid-19 mengandung magnet telah dinyatakan hoaks
Jurubicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, vaksin Covid-19 mengandung bahan aktif dan non-aktif.
Bahan aktif tersebut berisi antigen, sedangkan bahan non-aktif berisi zat untuk menstabilkan dan menjaga kualitas vaksin agar saat disuntikkan masih baik.
"Adapun jumlah cairan yang disuntik hanya 0,5 cc dan akan segera menyebar ke seluruh jaringan sekitar, sehingga tidak ada cairan yang akan tersisa di tempat bekas suntikan," ujar Siti yang juga Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes.
Siti menuturkan, logam dapat menempel di permukaan kulit yang lembab, biasanya disebabkan oleh keringat.
Selain itu, pecahan uang logam Rp1.000 terbuat dari bahan nikel, sedangkan nikel bukan logam yang bisa menempel karena daya magnet.
Terlebih, ia menekankan, partikel logam yang mengandung magnet juga tidak dapat memasuki tubuh melewati suntikan. (rmol.id/Ima)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: