LinkUMKM BRI Besarkan Kuliner Tradisional Baso Aci Tercabaikan Bandung

LinkUMKM BRI Besarkan Kuliner Tradisional Baso Aci Tercabaikan Bandung

BERKEMBANG - Kuliner tradisional Tercabaikan di Bandung kian berkembang berkat pemberdayaan atau LinkUMKM BRI.-istimewa-

BANDUNG, radartegal.com - BRI masih konsisten dengan program pemberdayaan UMKM. Salah satu yang merasakan campur tangan BRI dalam mengembangkan usahanya, yakni Inggra DP, pemilik brand kuliner Tercabaikan di Bandung.

Tercabaikan merupakan bran salah satu usaha makanan lokal di Bandung, yang menghadirkan berbagai menu seperti Baso Aci, Cimol Bojot, Cireng Kuah, Mie Kocok, Kupat Tahu, Mie Ayam, hingga Cilok.

Menurut Inggra, Tercabaikan berdiri dari ketertarikannya mengembangkan kuliner berbasis tepung aci dengan cita rasa serta inovasi produk untuk menghadirkan kuliner tradisional dengan sentuhan yang lebih modern agar tetap relevan dengan selera pasar.

Inggra membeberkan, ide memulai usaha tersebut muncul setelah dirinya melihat tingginya minat masyarakat terhadap kuliner baso aci saat berkunjung ke Garut. 

BACA JUGA:Dukung Program Perumahan Nasional, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

BACA JUGA:BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun, Perkuat Ekonomi Rakyat & Dukung Program Asta Cita

Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mencoba membuat versi sendiri di rumah hingga akhirnya berkembang menjadi usaha yang dijalankan hingga saat ini.

“Usaha ini berawal dari keputusan saya untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Ide membuat baso aci muncul ketika saya berkunjung ke Garut dan melihat sebuah toko baso aci yang sangat ramai hingga para pembeli rela mengantre sejak subuh," ujarnya. 

"Dari situ timbul rasa penasaran, lalu saya mencoba membuat versi sendiri di rumah dan menjadikannya oleh-oleh untuk keluarga,” tambah Inggra.

Keterlibatan BRI Kembangkan Tercabaikan Bandung

Respons positif dari keluarga dan lingkungan sekitar mendorong usaha tersebut berkembang secara bertahap. Pada momen syukuran pernikahannya pada tahun 2017, Inggra juga membagikan baso aci kepada keluarga dan tetangga. 

BACA JUGA:Mudahkan Transaksi! Pengguna BRImo Kini Tembus 45,9 Juta User

BACA JUGA:Dari Banyuwangi ke Pasar Lebih Luas, Petani Buah Naga Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI

Dari momen tersebut mulai muncul sejumlah pesanan pre-order yang kemudian menjadi titik awal berkembangnya usaha Tercabaikan hingga saat ini.

Dalam perjalanan membangun usaha, berbagai tantangan juga dihadapi, terutama pada tahap awal ketika seluruh proses usaha masih dijalankan sendiri, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, hingga pemasaran. Pengembangan pemasaran juga dilakukan melalui berbagai kanal digital seperti website, marketplace, media sosial, WhatsApp Business, serta layanan pesan antar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait