Presiden Jokowi Didesak Tekan Macron untuk Meminta Maaf dan Cabut Ucapannya
Seruan untuk terus mengecam tindakan Presiden Perancis Emanuel Macron yang menghina Nabi Muhammad dan umat Islam terus meluas. Tindakan Macron dinilai sangat menyayat hati umat Islam di Indonesia dan dunia.
Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Al-Habsy mengatakan penistaan Nabi Muhammad SAW dilakukan saat umat Islam sedang merayakan maulid Baginda Rasulullah Muhammad SAW.
“Harus dipahami saat bulan maulid ini, umat Islam banyak menjalankan kegiatan untuk mengingat dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW, sehingga penistaan tersebut dan tindakan Macron tentu terasa sangat menyakitkan umat Islam,” tegas Habib Aboe.
Dalam konteks politik global, lanjutnya, tindakan Macron juga sangat membahayakan ketertiban dunia, karena telah menyinggung sekitar 25 persen populasi dunia, yakni lebih dari 1,9 miliar warga dunia yang beragama Islam tersakiti hatinya atas indakan ini.
“Tentunya ini tidak baik untuk ketertiban dan perdamaian dunia, karena dikhawatirkan akan mengancam adanya konflik sosial,” ungkap Sekjen PKS tersebut.
Karenanya, imbuh dia, Presiden Jokowi harus menekan Presiden Macron agar meminta maaf dan mencabut ucapannya.
“Hal itu perlu dilakukan oleh Presiden Jokowi, karena amanah konstitusi kita menyampaikan bahwa salah satu tujuan kita bernegara adalah untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang juga didasarkan perdamaian abadi,” paparnya, Senin (2/11) kemarin.
Atas dasar itu, katanya, maka Indonesia harus berperan aktif untuk menyikapi persoalan ini, dengan tetap menjaga prinsip dasar politik luar negeri kita yang menganut politik bebas aktif.
“Sikap tegas Presiden Jokowi juga sangat penting untuk mewakili ratusan juta umat Islam di Indonesia. Presiden harus memahami suara hati masyarakat muslim Indonesia,” terangnya.
Sudah begitu banyak aspirasi dari MUI serta berbagai Ormas lainnya, imbuh Aboe, bahkan tidak sedikit di antara masyarakat kita yang menyerukan dan melakukan langkah pemboikotan terhadap produk Perancis.
“Tentunya refleksi atas sikap berbagai lembaga dan masyarakat ini harus didengar dan diwakili oleh Presiden Jokowi dalam sikap tegasnya di kancah internasional,” tutur Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI ini.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina umat Islam.
"Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," kata Jokowi di Istana Merdeka.
Jokowi juga menyampaikan hal itu seusai bertemu dengan para tokoh agama di Indonesia. "Yang bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi COVID-19," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



