Ada yang Bikin Penasaran, 10 Makanan Unik Khas Pekalongan yang Wajib Dicoba

Ada yang Bikin Penasaran, 10 Makanan Unik Khas Pekalongan yang Wajib Dicoba

KULINER - Seporsi nasi megono makanan khas Pekalongan yang lezat di warung tradisional.-radartegal.com/ai-

Kuliner seperti ini menarik untuk dicari ketika ingin mengenal jajanan tradisional yang tidak terlalu sering muncul dalam daftar Kuliner modern. Apem Kesesi juga tercatat dalam daftar makanan khas Pekalongan yang direkomendasikan untuk dicoba.

Apa makanan tradisional Pekalongan selain nasi megono? Selain nasi megono, wisatawan dapat mencoba tauto, pindang tetel, garang asem, lontong lemprak, gulai kacang ijo, mie so, dan Apem Kesesi. Pilihannya mencakup makanan berat hingga jajanan tradisional.

BACA JUGA: Bukan Cuma Warteg! Ini 5 Kuliner Legendaris di Tegal dengan Bumbu yang Bikin Ketagihan

BACA JUGA: 10 Tempat Kulineran di Pekalongan Paling Enak 2026, Ada Soto Tauto Legendaris hingga Cafe Kekinian

7. Nasi Uwet

Nasi uwet termasuk makanan yang cukup unik karena menggunakan olahan daging kambing. Penyajiannya berupa nasi dengan daging dan jeroan yang dimasak menggunakan bumbu khas.

Salah satu keunikannya adalah daging dan jeroan tersebut dapat diikat menggunakan usus kambing. Sekilas tampilannya mengingatkan pada gulai, tetapi racikannya berbeda karena tidak menggunakan santan seperti gulai pada umumnya.

Bagi pencinta olahan kambing, nasi uwet bisa menjadi salah satu kuliner lokal yang menarik untuk masuk daftar perburuan.

8. Sapitan

Sapitan merupakan olahan daging yang penyajiannya menyerupai sate. Keunikannya terdapat pada cara daging tersebut ditusuk atau dijepit menggunakan tusukan bambu.

Kuliner ini juga dikenal cocok disantap bersama nasi megono. Rasanya cenderung gurih, sedikit manis, dan kaya rempah.

BACA JUGA: 6 Aktivitas Seru Malam Hari di Jalan Pancasila Tegal, Wisata Kuliner hingga Nongkrong Asyik

BACA JUGA: 3 Festival Kuliner di Tegal dan Slawi Juli 2026, Catat Jadwal, Lokasi, dan Daya Tariknya

9. Kopi Tahlil

Kalau biasanya kopi hanya dikaitkan dengan biji kopi dan gula, Pekalongan memiliki Kopi Tahlil yang mempunyai cerita budaya tersendiri.

Kopi ini dikenal berasal dari kebiasaan menyajikan minuman kopi dengan campuran rempah dalam acara tahlilan. Dalam perkembangannya, minuman tersebut kemudian dikenal lebih luas sebagai kopi khas Pekalongan. 

Saat ini Kopi Tahlil menjadi salah satu minuman yang menarik dicoba, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati kopi dengan karakter rempah.

Kenapa disebut Kopi Tahlil? Kopi ini disebut Kopi Tahlil karena memiliki kaitan dengan kebiasaan masyarakat Pekalongan yang menyajikan racikan kopi rempah dalam acara tahlilan. Seiring waktu, racikan tersebut berkembang menjadi minuman yang dapat dinikmati di luar acara tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: