Mengapa Makam Belanda di Kerkoff Tegal Banyak yang Hilang?
MAKAM BELANDA - Makam bernama Alonetta Susanna Buurman berangka tahun 1881 menjadi salah satu makam Belanda yang masih dapat dijumpai di Komplek Pemakaman Kerkoff Tegal.-K. Anam Syahmadani/Radar Tegal Grup-
TEGAL, radartegal.com - Komplek Pemakaman Kerkoff di Jalan Hang Tuah, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, menyimpan rekam jejak panjang sejarah kolonial di Kota Tegal. Kawasan ini sejak dulu dikenal sebagai peristirahatan terakhir bagi warga Belanda yang menetap di Kota Bahari.
Namun, keberadaan fisik makam-makam bersejarah tersebut kini kian sulit ditemukan.
Catatan dari komunitas pegiat sejarah kolonial Tegal History menunjukkan penurunan jumlah makam Belanda yang sangat drastis. Saat ini, hanya tersisa sekitar 37 makam Belanda berangka tahun 1836 hingga 1936 yang masih utuh, di luar area makam korban Agresi Militer.
Kondisi tersebut jauh berbeda jika dibandingkan dengan data dua dekade lalu. Pada tahun 2000, Pemerintah Kota Tegal di bawah kepemimpinan Wali Kota Adi Winarso pernah mencatat sebanyak 1.253 makam warga Belanda yang terdaftar resmi di Kerkoff.
BACA JUGA:Pererat Ikatan Sejarah, Momentum Ziarah ke Makam Bupati Kendal di Tegal Jadi Teladan
BACA JUGA:Khidmatnya Upacara Adat Wilujengan Ganti Langse di Makam Amangkurat Tegal
Penyebab Menyusutnya Jumlah Makam Belanda di Kerkoff
Fenomena berkurangnya ratusan makam bersejarah ini mengundang keprihatinan para pemerhati sejarah lokal. Peralihan fungsi lahan hingga kurangnya perawatan pada masa lalu menjadi pemicu utama hilangnya bukti-bukti sejarah tersebut.
Pendiri Tegal History, Bijak Cendekia Sukarno, menjelaskan bahwa penyusutan jumlah makam terjadi secara masif dalam 20 tahun terakhir. Penyebab utamanya adalah pergantian peruntukan lahan makam.
"Makam orang-orang Belanda sudah jarang dijumpai di Kerkoff dalam dua dekade belakangan karena banyak di-replace untuk pemakaman bukan orang-orang Belanda. Selain itu, ada yang rusak dan tidak bernisan," ujar Bijak saat ditemui di Rumah Arsip Tegal, Jalan Gelatik, Kelurahan Randugunting, Kamis (30/7/2026).
Hilangnya ribuan makam ini juga pernah menarik perhatian internasional. Kementerian Luar Negeri Belanda sempat menyiarkan data makam Tegal dalam Majalah Moesson. Saat itu, pemerintah Belanda mengimbau warganya yang mencari sanak keluarga di Tegal untuk segera menghubungi Pemkot Tegal karena kondisi makam yang tak terurus.
BACA JUGA:Upacara Hari Koperasi di Tegal Berlangsung di Makam Pahlawan, Ini Tujuannya!
BACA JUGA:Kisah Spiritual Mbah Kelip Dukuhwringin Tegal, Penyebar Islam yang Makamnya Ramai Peziarah
Upaya Pelestarian dan Penutupan Pemakaman Baru
Meski sempat mengalami kerusakan, pemakaman yang berdiri sejak tahun 1786 ini kini mulai mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat. Sebagai salah satu aset resmi Pemerintah Kota Tegal, Komplek Kerkoff kini menjalani perawatan secara berkala.
Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Tegal bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan rutin di area pemakaman tua ini. Langkah ini memberikan angin segar bagi upaya penyelamatan situs sejarah di Kota Tegal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
