Rawan Macet dan Kecelakaan, Simpang Dampyak Butuh Solusi Cepat

Rawan Macet dan Kecelakaan, Simpang Dampyak Butuh Solusi Cepat

KAWASAN PADAT- Salah satu titik yang patut mendapat perhatian adalah pertemuan Jl. Pala Raya Dampyak dengan jalur Pantura (Jl. Raya Dampyak) di Kabupaten Tegal ini.--

KRAMAT, radartegal.com - Ketertiban lalu lintas bukan sekadar aturan di atas kertas. Ia adalah kunci keselamatan bersama di jalan raya. Sayangnya, masih ada sejumlah titik rawan yang luput dari penanganan serius, padahal risikonya jelas, kemacetan parah hingga bisa berpotensi kecelakaan.

Salah satu titik yang patut mendapat perhatian adalah pertemuan Jl. Pala Raya Dampyak dengan jalur Pantura (Jl. Raya Dampyak) di Kabupaten Tegal. Kawasan ini semakin hari semakin padat, terutama saat jam sibuk—pagi saat orang berangkat kerja dan sekolah, serta sore ketika aktivitas pulang berlangsung bersamaan.

Masalah makin kompleks karena adanya perlintasan kereta api di dekat RSI Mitra Siaga. Jarak yang sangat dekat antara palang pintu kereta dan jalur pantura membuat antrean kendaraan kerap mengular.

Ketika kereta melintas di waktu kondisi padat, kendaraan dari berbagai arah menumpuk tanpa kendali. Situasi ini bukan hanya memicu kemacetan, tapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.

Perlu langkah cepat dan tepat dari pihak yang berwenang, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal dan pihak terkait lainnya, untuk melakukan upaya preventif.

Salah satu solusi yang bisa diterapkan saat ini adalah rekayasa lalu lintas. Kendaraan dari arah selatan (Jl. Pala Raya) yang ingin menuju jalur pantura ke timur (Pemalang,Pekalongan) atau belok ke  kanan, sebaiknya tidak langsung berbelok. Sebagai gantinya, kendaraan diarahkan belok kiri terlebih dahulu, lalu berputar melalui jalur yang telah disediakan nantinya.

Untuk mendukung hal tersebut, perlu adanya infrastruktur berupa pemasangan barier atau pembatas di tengah simpangan guna mencegah pergerakan kendaraan dari selatan langsung belok ke timur.

Jika rekayasa ini diterapkan dengan baik, maka arus kendaraan akan lebih tertib dan risiko kecelakaan bisa ditekan. Namun tentu saja, keberhasilan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan.

Pada akhirnya, keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Dengan penataan yang tepat dan disiplin dari pengguna jalan, kita bisa menciptakan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi semua. (*)

Penulis: Pemerhati Ruang Publik Dr. Ismiyanto, S.H., M.H., M.M.

(praktisi perbankan, Dosen Advokat dan Mediator, Coach dan Trainer)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait