Dagangan Sepi, PKL Pasar Banjaran Minta Penggusuran Ditunda
Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Banjaran meminta penggusuran PKL yang menempati halaman parkiran Pasar Banjaran, Kecamatan Adiwerna ditunda.
Hal itu dikatakan pedagang kaki lima saat melakukan audiensi dengan pimpinan Komisi II DPRD Kabupaten Tegal dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Suspriyanti serta Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Suharinto, di Ruang Banggar DPRD setempat.
Salah satu pedagang yang berjualan di parkiran Pasar Banjaran, Yudiansyah mengatakan, pedagang
sangat mendukung program Pasar Sehat, tetapi minta tidak dipindahkan sekarang.
"Ini masih pandemi, dagangan sepi," tuturnya.
PKL di parkiran Pasar Banjaran bersedia untuk dipindahkan ke dalam pasar. Namun pihaknya meminta agar pasar diperbaiki. Sebab kondisi Pasar Banjaran saat ini kumuh.
"Bagaimana mau menciptakan pasar sehat, kalau dalam pasar saja kumuh," katanya.
Sementara, pedagang pasar yang jualan di dalam Pasar Banjaran, Nasrudin mengaku tidak ada persoalan antara pedagang pasar dalam dan luar.
Pihaknya hanya menghendaki jika pedagang di luar supaya masuk ke dalam pasar, agar tidak muncul lagi pedagang yang jualan di parkiran. Dirinya menilai Pasar Banjaran sepi, di antaranya karena tidak adanya lahan parkir.
"Silakan diatur saja, kami pedagang Pasar Banjaran manut. Kami juga minta Pasar Banjaran diperbaiki karena banyak atap yang bocor," ucapnya.
Adapun Kepala Disdagkop dan UKM Kabupaten Tegal Suspriyanti menjelaskan, pembongkaran lapak PKL di halaman parkiran Pasar Banjaran sudah diinformasikan sejak setahun silam. Bahkan, pihaknya juga beberapa kali menunda pembongkaran atas permintaan pedagang.
Namun, kali ini pihaknya meminta agar para PKL mentaati aturan untuk segera dipindahkan. Disdagkop dan UKM menginformasikan permintaan pembongkaran sejak 25 Agustus 2021 dan dideadline hingga 30 Agustus 2021.
"Masih ada 17 pedagang yang belum membongkar lapaknya. Kami minta sore ini sudah dipindahkan," tegasnya.
Kebijakan memasukan pedagang, lanjut Suspriyanti, dikarenakan dari 183 lapak hanya ditempati 80 pedagang. Sejauh ini, lapak pedagang di parkiran yang sudah dibongkar, merupakan lapak kosong. Disdagkop dan UKM menfasilitasi kendaraan dan petugas untuk membantu memindahkan barang-barangnya ke dalam pasar.
"Penataan Pasar Banjaran menjadi pasar sehat akan menjadi percontohan. Ke depan, kami akan melakukan di pasar-pasar lainnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

