3. Tegangan baterai tercatat sebesar 50,4 volt.
4. Kapasitas listriknya mencapai 70,2 Ah berdasarkan spesifikasi 5HR.
Kapasitas tersebut menjadi dasar untuk memahami sistem tenaga NMAX E. Namun, angka kapasitas tidak bisa langsung disamakan, dengan jarak tempuh aktual kendaraan.
2. Baterai Terpasang Permanen dan Tidak Dirancang untuk Dilepas Pengguna
Berbeda dari kendaraan listrik yang memakai baterai bongkar pasang, NMAX E menggunakan baterai tetap. Yamaha menempatkan baterai di bagian tengah, untuk mendukung distribusi bobot kendaraan.
BACA JUGA: Yamaha NMAX Turbo Bekas: 5 Hal Penting Sebelum Membeli
BACA JUGA: Bedah Fitur Keselamatan Yamaha Nmax: Apa Itu TCS, ABS, dan Sensor Akselerator Nirkabel APSG?
Desain tersebut juga berkaitan dengan pengendalian, karena komponen berat berada dekat pusat kendaraan. Pengguna perlu memahami konstruksi ini, terutama ketika mempertimbangkan kebiasaan pengisian daya.
Berikut beberapa hal mengenai konstruksi baterainya:
1. Baterai menggunakan sistem pemasangan tetap atau fixed battery.
2. Komponen baterai berada di dalam rangka kendaraan.
3. Penempatan bagian tengah membantu menjaga pusat gravitasi tetap rendah.
4. Pengisian dilakukan melalui sistem pengisi daya kendaraan, bukan dengan melepas baterai.
Konstruksi baterai tetap membuat pengguna perlu menyesuaikan lokasi pengisian. Sebelum membeli, calon pengguna sebaiknya memastikan akses listrik, tersedia di tempat parkir sehari-hari.
BACA JUGA: Panduan Lengkap Yamaha NMAX 2026: Varian, Teknologi YECVT, Spesifikasi Mesin, dan Harga OTR
BACA JUGA: Mengintip Teknologi Baterai dan Jarak Tempuh Motor Listrik Yamaha NMAX
3. Pengisi Daya Terintegrasi Memiliki Output 800 Watt
Yamaha menyediakan pengisi daya terintegrasi atau onboard charger, dengan daya keluaran sebesar 800 watt. Sistem tersebut dirancang untuk memudahkan pengisian, tanpa memerlukan pengisi daya eksternal terpisah.