Dari sisi kepuasan, penilaian peserta terhadap fasilitator, materi, dan fasilitas penyelenggaraan berada dalam kategori baik hingga tinggi. Sementara kemungkinan penerapan materi workshop dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari mendapat penilaian mencapai 92 persen.
BACA JUGA: Wakil Bupati Resmikan SMP Pondok Jakatamu, Ini Harapannya ke Depan
BACA JUGA: Buka Porseni IPNU-IPPNU Ulujami, Wakil Bupati Pemalang Sampaikan Ini
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Administrasi Umum sekretariat daerah kabupaten tegal, Budi Eko Setiawan sebagai presiden class juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan panitia yang telah mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, workshop tersebut memberikan pengalaman yang berbeda karena seluruh peserta dapat berinteraksi dan belajar bersama tanpa melihat perbedaan jabatan maupun eselon.
“Dari kegiatan ini kami semakin memahami bahwa risiko korupsi tidak hanya berdampak kepada diri sendiri, tetapi juga dapat berdampak kepada keluarga, lingkungan, serta masa depan anak-anak kita. Karena itu, mari kita memilih untuk selalu menjaga integritas dan menjalankan tugas sesuai dengan aturan,” tuturnya.
Budi berharap pembelajaran yang diperoleh selama dua hari dapat diterapkan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga integritas dan tidak menjadikan kegiatan workshop sekadar pengalaman sesaat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap penguatan kepemimpinan berintegritas dapat diterapkan secara nyata di masing-masing perangkat daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat menuju Tegal Luwih Apik