Pilihan berikutnya adalah BYD Atto 1 Standard. Harga varian Standard tercatat mulai Rp199 juta untuk wilayah Jakarta. Varian tersebut menggunakan baterai berkapasitas 30,08 kWh dan memiliki klaim jarak tempuh hingga 300 km berdasarkan NEDC.
Atto 1 juga membawa konfigurasi lima penumpang sehingga lebih fleksibel untuk kebutuhan keluarga dibandingkan city car listrik yang berukuran sangat kecil.
BACA JUGA: Kenapa Pajak Mobil Listrik Lebih Murah daripada Mobil Bensin? Ini Alasannya
BACA JUGA: Daftar Mobil Listrik dengan Charging Paling Cepat 2026, Isi 10–80 Persen Cuma Belasan Menit
Menariknya, BYD Atto 1 juga mendukung pengisian daya di rumah. Jadi, pemilik bisa menjadikan home charging sebagai rutinitas utama dan menggunakan SPKLU ketika membutuhkan pengisian lebih cepat dalam perjalanan jauh. Apakah Mobil Listrik Murah Bisa Dicas di Rumah? Bisa. Mobil listrik seperti Wuling Aira ev, Seres E1, dan BYD Atto 1 dapat digunakan dengan konsep pengisian daya di rumah.
Namun, kebutuhan daya dan perangkat pengisian bisa berbeda pada setiap model. Karena itu, sebelum membeli, calon pemilik sebaiknya mengecek kapasitas listrik rumah dan kebutuhan instalasi charger. Jangan hanya melihat harga mobil, tetapi pertimbangkan juga kesiapan kelistrikan rumah.
Apakah Harus Punya SPKLU Kalau Membeli Mobil Listrik?
Tidak harus. Jika mobil lebih sering digunakan untuk perjalanan harian dan baterai dapat diisi kembali di rumah, SPKLU tidak wajib digunakan setiap hari.
SPKLU lebih berguna ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh, baterai perlu diisi dengan cepat, atau pemilik sedang bepergian jauh dari rumah. Dengan pola pemakaian yang tepat, rumah justru bisa menjadi lokasi utama pengisian baterai.
BACA JUGA: 5 Mobil Listrik dengan Pajak Paling Murah, Tak Sampai Rp200 Ribu Setahun
BACA JUGA: Tembus Pasar Global dan Makin Laris! Ini Deretan Mobil Listrik Buatan Indonesia
Mana yang Paling Menarik?
Jika fokus utamanya adalah harga paling murah, Wuling Aira ev menjadi pilihan yang sangat menarik karena harga awalnya sekitar Rp155 juta. Selain murah, pilihan Long Range juga memberikan jarak tempuh yang lebih panjang.
Sementara itu, BYD Atto 1 Standard bisa dipertimbangkan oleh konsumen yang menginginkan mobil lima penumpang dengan baterai lebih besar dan jarak tempuh hingga 300 km NEDC.
Adapun Seres E1 lebih cocok untuk konsumen yang mencari mobil listrik mungil untuk kebutuhan perkotaan dan tidak membutuhkan daya jelajah terlalu jauh.
Kesimpulan
Tren mobil listrik murah pada 2026 semakin menarik karena konsumen tidak harus menyiapkan anggaran besar untuk masuk ke kendaraan elektrifikasi. Bahkan, terdapat pilihan di bawah Rp200 juta seperti Wuling Aira ev, Seres E1, dan BYD Atto 1 Standard.
Namun, jangan hanya terpaku pada harga pembelian. Kemampuan home charging, kapasitas listrik rumah, jarak tempuh, kapasitas baterai, serta pola penggunaan harian juga perlu menjadi pertimbangan.