2. Produsen berebut kapasitas memori.
3. Smartphone murah menghadapi tekanan biaya.
4. Siklus peluncuran perangkat bisa berubah.
Tekanan tersebut tidak langsung berarti semua smartphone akan kekurangan RAM. Namun, biaya dan ketersediaannya menjadi lebih sulit diprediksi.
2. RAM Menjadi Komponen Mahal bagi HP Murah
Smartphone murah memiliki ruang margin yang lebih terbatas dibandingkan flagship. Kenaikan harga komponen karena itu lebih sulit diserap produsen.
BACA JUGA: 5 Laptop HP Murah untuk Mahasiswa PGSD, Cocok Buat Tugas Kuliah hingga Bikin Media Pembelajaran
BACA JUGA: Daftar Rekomendasi HP Murah untuk Orang Tua: Simpel, Speaker Nyaring, & Mudah Dioperasikan
TrendForce mencatat harga mobile DRAM meningkat tajam sepanjang 2026. Harga LPDDR5X bahkan sempat diproyeksikan naik 78–83 persen secara kuartalan.
Kondisi ini membuat krisis RAM smartphone semakin relevan bagi segmen terjangkau. Produsen harus memilih antara menaikkan harga atau mengurangi spesifikasi.
Reuters melaporkan memori dapat mencapai 60 persen biaya komponen pada ponsel sekitar US$400. Produsen kecil bahkan mulai mencari strategi baru untuk mengamankan pasokan.
Pada akhirnya, konsumen dapat melihat perubahan pada spesifikasi atau harga perangkat. Pilihan RAM besar mungkin semakin banyak ditemukan pada model berharga lebih tinggi.
BACA JUGA: Gacor Seharian Bebas Drop! Cek Rekomendasi HP Murah untuk Pengemudi Ojek Online Ini
BACA JUGA: Daftar HP Murah untuk Kaum Mendang Mending: Paling Worth It di Rentang Harga 1–2 Jutaan
3. Produsen Bisa Mengurangi Spesifikasi RAM
Salah satu cara menghadapi biaya adalah menyesuaikan konfigurasi perangkat. Produsen dapat mengurangi kapasitas RAM pada model tertentu.
TrendForce sebelumnya memperkirakan segmen smartphone murah dapat kembali menggunakan konfigurasi 4GB. Langkah tersebut digunakan untuk mengendalikan biaya ketika harga memori meningkat.
Strategi tersebut tidak selalu berarti performa smartphone akan buruk. Optimalisasi sistem dan jenis memori tetap memengaruhi pengalaman penggunaan.