"Kita hidup di negara kepulauan. Laut kita luas, sumber daya perikanan kita besar, wilayah pesisir kita sangat strategis. Garis pantai negara kita panjangnya nomor 2 setelah Norwegia,"ucapnya.
Tetapi masalahnya juga tidak sedikit, ada persoalan keberlanjutan sumber daya ikan, pencemaran laut, perubahan iklim, kerusakan ekosistem pesisir, kesejahteraan nelayan, sampai persoalan bagaimana teknologi bisa digunakan untuk membuat sektor perikanan menjadi lebih produktif dan berkelanjutan.
Dr Noor Zuhri MSi, wakil rektor 4 UPS Tegal--
BACA JUGA: Tingkatkan Kualitas Dosen, FK UPS Tegal Gelar Training of Tutor untuk Perkuat Metode PBL
BACA JUGA: Cegah Korupsi dari Rumah, Pemkot Tegal Gelar Bimtek Keluarga Berintegritas Bagi ASN
"Artinya ilmu yang kalian pelajari itu dibutuhkan," imbuhnya.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh merasa bahwa kuliah di bidang perikanan dan kelautan adalah bidang yang kecil. Justru bidang ini sangat luas.
"Kalian bisa menjadi peneliti, bekerja di pemerintahan, industri perikanan, lembaga konservasi, menjadi pengusaha, bekerja di bidang teknologi, melanjutkan pendidikan, atau bahkan menciptakan pekerjaan sendiri," jelasnya.
"Jangan berpikir: Saya sudah lulus, lalu mau jadi apa? Tetapi mulai berpikir dengan ilmu yang saya punya, saya bisa membuat apa? Karena ijazah itu tanda bahwa kalian telah menyelesaikan pendidikan formal. Tetapi dunia terus berubah, teknologi berubah, kebutuhan dunia kerja berubah. Cara orang bekerja berubah," pesannya.
Bahkan mungkin lima tahun lagi, pekerjaan yang sekarang belum kita kenal sudah menjadi pekerjaan yang biasa.
Karena itu, kemampuan paling penting yang harus lulusan bawa dari kampus bukan hanya apa yang mereka ketahui, tetapi kemampuan untuk terus belajar.
"Selamat memasuki babak baru, dan yang paling penting, jadilah orang yang bermanfaat," pungkas Dekan FPIK UPS.
Terpisah, Ketua Yayasan Pendidikan Pancasakti Dr Imawan Sugiharto SH MH mengucapkan selamat dan sukses kepada para calon wisudawan.
"Semoga ilmu yang telah kalian peroleh selama ini bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Ijazah itu sebagai bukti bahwa kalian pernah sekolah, tetapi yang namanya berfikir itu sepanjang masa," ujarnya.
Pihaknya berpesan mencari ilmu jangan berhenti sampai S1, tetapi bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ke S2, dan seterusnya.