BACA JUGA: Subsidi Mobil Listrik Diperketat: Cek Syarat Kandungan Lokal Terbaru Sebelum Membeli!
Di dalam kabin, perubahan terlihat lebih sederhana dibandingkan bagian teknis. Setir dua palang diganti desain tiga palang, sementara pola pelapis jok turut diperbarui.
4. Ada LiDAR untuk Sistem Bantuan Pengemudi
Teknologi bantuan berkendara menjadi salah satu tambahan penting pada facelift. Geely memasang sensor LiDAR di bagian atas kaca depan atau atap kendaraan.
Sensor tersebut dipadukan dengan kamera tambahan pada area fender depan. Kamera lain juga ditempatkan pada bagian spoiler belakang.
Perangkat tersebut mendukung sistem G-ASD G-Pilot H5. Sistem ini dikaitkan dengan fungsi Navigate on Autopilot atau NOA untuk jalan perkotaan dan jalan tol.
BACA JUGA: Kini Nikel Mahal, Apakah Harga Mobil Listrik Bakal Makin Melejit?
BACA JUGA: Komponen Baterai Mobil Listrik: Kenali Anode dan Katode
Namun, fitur bantuan berkendara tersebut saat ini ditujukan untuk pasar China. Karena itu, spesifikasi fitur ADAS untuk pasar ekspor tidak otomatis sama.
Secara sederhana, perangkat baru tersebut memiliki fungsi sebagai berikut:
1. LiDAR membantu membaca lingkungan kendaraan.
2. Kamera mendukung pengenalan objek dan marka jalan.
3. Sistem G-Pilot memproses informasi dari berbagai sensor.
4. NOA membantu fungsi berkendara pada kondisi tertentu.
Keberadaan LiDAR tidak berarti kendaraan dapat berkendara sepenuhnya tanpa pengawasan. Sistem tersebut tetap merupakan teknologi bantuan pengemudi dengan batas penggunaan tertentu.
Apakah Geely EX5 Facelift Akan Masuk Indonesia?
Geely EX5 sudah memiliki kehadiran resmi di Indonesia sejak 2025. Geely sebelumnya memperkenalkan EX5 sebagai SUV listrik pertamanya untuk pasar Indonesia.
BACA JUGA: Kenapa Mobil Listrik Tidak Pakai Gigi Transmisi seperti Mobil Bensin?