Berbeda dengan motor matik yang menggunakan CVT, motor bebek mengandalkan rantai dan gir untuk meneruskan tenaga mesin ke roda belakang.
Rantai yang kering, terlalu kendor, atau terlalu kencang dapat membuat berkendara menjadi kurang nyaman. Bersihkan dan lumasi rantai secara berkala, kemudian periksa kondisi gigi gir.
Jika gigi gir sudah terlihat tajam atau rantai mulai sering bermasalah, jangan hanya mengganti salah satu komponen tanpa pemeriksaan menyeluruh. Rantai dan sproket bekerja sebagai satu sistem sehingga keausan perlu diperhatikan bersama.
BACA JUGA: 5 Motor Bebek Kencang dan Irit Bensin Pilihan Anak Muda
BACA JUGA: 5 Motor Bebek Pilihan untuk Anak Muda, Punya Desain Sporty dan Peforma Kencang
4. Jangan Abaikan Filter Udara
Filter udara bertugas menyaring debu dan kotoran sebelum udara masuk ke ruang pembakaran. Ketika filter terlalu kotor, aliran udara dapat terganggu sehingga performa mesin dan efisiensi bahan bakar ikut terpengaruh.
Namun, cara membersihkan filter tidak boleh disamaratakan. Ada filter yang dapat dibersihkan dan ada pula jenis tertentu yang justru harus diganti ketika sudah kotor atau rusak. Karena itu, ikuti petunjuk perawatan dari pabrikan motor.
5. Periksa Busi
Busi memang berukuran kecil, tetapi perannya sangat penting dalam proses pembakaran. Busi yang kotor atau sudah aus dapat membuat mesin sulit dihidupkan, tarikan kurang responsif, atau konsumsi bahan bakar meningkat.
Jangan menunggu motor mengalami brebet parah. Pemeriksaan busi sebaiknya masuk dalam agenda servis berkala dan penggantiannya mengikuti spesifikasi serta interval yang ditentukan pabrikan.
BACA JUGA: 5 Motor Bebek yang Masih Diminati di 2026, Punya Mesin Bandel dan Konsumsi BBM Irit
BACA JUGA: Daftar Suku Cadang Motor Bebek yang Perlu Diganti saat Servis, Jangan Sampai Terlewat
6. Jaga Kondisi Rem
Motor yang sudah berusia 10 tahun tidak hanya harus memiliki mesin yang sehat, tetapi juga sistem pengereman yang aman.
Periksa ketebalan kampas rem, kondisi cakram atau tromol, serta minyak rem jika motor menggunakan sistem hidrolik. Jika tuas rem terasa berbeda dari biasanya atau pengereman mulai kurang pakem, segera lakukan pemeriksaan.
Perawatan rem bukan bagian yang tepat untuk ditunda karena berhubungan langsung dengan keselamatan berkendara.
7. Cek Tekanan dan Kondisi Ban
Ban sering kali baru diperhatikan ketika sudah bocor. Padahal, tekanan angin dan kondisi permukaan ban sebaiknya diperiksa secara rutin.
Ban dengan tekanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kenyamanan, kestabilan, serta efisiensi penggunaan bahan bakar. Perhatikan pula apakah terdapat retakan pada dinding ban atau tapak sudah mendekati indikator keausan.