3. White balance memberikan kendali tambahan terhadap karakter warna.
4. Histogram membantu pengguna mengevaluasi pencahayaan sebelum mengambil gambar.
Bagi pengguna biasa, otomatisasi tetap membuat kamera mudah digunakan. Bagi kreator, kontrol manual memberikan ruang eksperimen yang lebih besar.
Perubahan ini membuat kamera terasa lebih dekat dengan pendekatan fotografi profesional. Namun, manfaat maksimalnya tetap membutuhkan pemahaman dasar mengenai pencahayaan.
3. Semua kamera belakang kini menggunakan resolusi 48MP
iPhone 18 Pro membawa sistem kamera belakang yang seluruhnya menggunakan sensor 48MP. Sistem tersebut terdiri dari kamera utama, ultra wide, dan telefoto.
BACA JUGA: 5 HP Flagship Android Kamera Setara iPhone: Perekaman Video Super Stabil & Warna Natural!
Kamera ultra wide memiliki panjang fokus 13mm dan bukaan ƒ/2.2. Kamera tersebut juga mendukung fotografi makro dengan bidang pandang mencapai 120 derajat.
Kamera telefoto menggunakan panjang fokus 100mm dengan kemampuan zoom kualitas optik hingga delapan kali. Sistem tetraprisma juga dipadukan dengan stabilisasi sensor dan autofocus.
Secara ringkas, konfigurasi kameranya dapat dipahami melalui empat poin:
1. Kamera utama memakai Fusion 48MP dengan aperture variabel.
2. Kamera ultra wide menggunakan sensor Fusion 48MP.
3. Kamera telefoto menggunakan sensor Fusion 48MP dan tetraprisma.
4. Sistem keseluruhan menawarkan zoom kualitas optik hingga delapan kali.
Konfigurasi tersebut memberikan konsistensi resolusi antar kamera belakang. Pengguna dapat berpindah perspektif tanpa terlalu bergantung pada satu sensor utama.
BACA JUGA: Rekomendasi HP Android dengan Memori Luas dan Kamera Setara iPhone Budget Under 3 Juta