Sebelum menyetujui salah satu proposal, Anda dapat menggunakan checklist berikut untuk memastikan setiap penawaran dibandingkan pada basis yang setara:
- Apakah kapasitas DC dan AC sistem dijelaskan secara rinci?
- Berapa estimasi produksi tahunan dan apa asumsi iradiasi serta derating yang digunakan?
- Komponen apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam penawaran?
- Siapa yang menanggung biaya penguatan atap atau pekerjaan tambahan lain di luar instalasi standar?
- Bagaimana ketentuan garansi, layanan O&M, sistem monitoring, dan response time terhadap gangguan?
- Apakah pajak, perizinan, meter, commissioning, dan dokumentasi sudah termasuk dalam scope?
- Apa asumsi tarif listrik yang digunakan dalam perhitungan, termasuk kemungkinan eskalasinya?
- Bagaimana pembagian risiko performa antara klien dan penyedia jasa?
Kesimpulan
Proposal PLTS yang baik seharusnya transparan pada empat hal, yaitu cakupan pekerjaan, asumsi produksi energi, pembagian risiko, dan biaya yang muncul selama masa operasi sistem. Harga termurah di atas kertas belum tentu memiliki total biaya kepemilikan (total cost of ownership/TCO) yang paling rendah, terutama jika scope pekerjaannya berbeda dari proposal lain yang dibandingkan.
Sebelum membandingkan angka akhir proposal, perusahaan sebaiknya menyamakan kapasitas, scope pekerjaan, asumsi produksi, layanan O&M, dan struktur pembiayaan agar setiap proposal dapat dibandingkan secara setara sebelum keputusan investasi diambil.