Bantuan biaya pendidikan ini merupakan bagian integral dari program "Pesantren Obah" yang diusung oleh Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Fasilitasi dan penyaluran beasiswa dijalankan melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) dengan total nilai hibah mencapai Rp8,34 miliar pada tahun 2026.
Alokasi penerima beasiswa tahun ini mencakup 73 orang, dengan rincian:
- 15 Santri Luar Negeri: 3 santri bidang saintek ke China, 8 santri ke Mesir (1 kedokteran Al-Azhar, 7 ilmu keislaman), 3 santri ke Al-Ahqof Yaman, dan 1 santri program double degree.
- 27 Santri Dalam Negeri: Jenjang S1 di berbagai perguruan tinggi nasional.
- 31 Pengasuh Pesantren: Jenjang pendidikan lanjutan di dalam negeri.
BACA JUGA: Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Pemprov Tunjuk Penggantinya
BACA JUGA: Pemprov dan DPRD Jateng Usulkan Pemekaran Brebes Selatan untuk Dekatkan Layanan Publik
Mendorong Peran Santri di Seluruh Sektor Masyarakat
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa santri memiliki keunggulan komparatif berupa pondasi moral, toleransi, dan pemahaman nilai kebenaran yang kuat. Karena itu, santri perlu dibekali keilmuan modern seperti sains dan kedokteran agar mampu berperan aktif di semua lini masyarakat.
Ke depan, Pemprov Jateng merencanakan program ini sebagai percontohan (role model) yang akan mengikutsertakan pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah. Bersamaan dengan agenda penyerahan beasiswa, Pemprov Jateng turut menandatangani kesepahaman (MoU) bersama 24 Ma'had Aly guna memperkuat sinergi pendidikan pesantren secara menyeluruh.