"Jangan hanya mencari yang murah. Keselamatan harus menjadi prioritas. Gunakan kabel dan perangkat instalasi yang memenuhi standar keamanan (SNI)," tegasnya.
BACA JUGA:Kemarau Belum Capai Puncak, Sudah 43 Kebakaran Terjadi di Kabupaten Tegal Sepanjang 2026
BACA JUGA:Botol Bensin Jatuh Picu Kebakaran di Margasari Tegal, Tiga Kios Ludes Terbakar dalam 45 Menit
Penataan Kios Bensin Eceran Rawan Bencana
Ancaman fatal lainnya datang dari penempatan bensin eceran yang tidak aman. Sugono meminta para pedagang kios untuk menjauhkan botol bensin dari kompor atau sumber panas lainnya.
Bensin merupakan bahan bakar yang sangat volatil. Cairan yang tumpah beserta uapnya dapat tersambar api dalam sekejap mata.
"Bensin eceran yang disimpan menggunakan botol harus dijauhkan dari api atau kompor. Jangan sampai botol terjatuh, bensin tumpah, kemudian terkena sumber api," jelasnya.
Imbauan ini berkaca pada insiden di Perempatan Pasar Margasari, Kabupaten Tegal. Sebuah botol bensin eceran yang terjatuh dan menyambar api sukses melahap tiga kios sekaligus dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
BACA JUGA:Rumah di Dukuhturi Tegal Kebakaran, 1 Orang Meninggal
BACA JUGA:Antisipasi Kebakaran Lahan Tebu di Tegal, Polsek Lebaksiu Larang Warga Bakar Sampah
"Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan menunggu kejadian baru kemudian sadar bahwa api itu sangat berbahaya," tutur Sugono.
Langkah Cepat Saat Terjadi Kebakaran
Pencegahan kebakaran tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada petugas pemadam kebakaran. Peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar menjadi kunci utama penanggulangan bencana ini.
Jika menjumpai kobaran api, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan segera melakukan tindakan pelaporan cepat agar armada pemadam dapat sampai ke lokasi tepat waktu.
"Kalau terjadi kebakaran, jangan menunggu api membesar. Segera laporkan kepada pemerintah desa, Polsek atau Koramil. Bisa juga langsung menghubungi call center 112," pungkas Sugono.
BACA JUGA:Balai Desa Lumingser Tegal Kebakaran Tengah Malam, Warga Panik!
BACA JUGA:Krisis Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Jalan Tol Pejagan KM 248 Brebes Jadi Sorotan
Ringkasan Cepat
- Kondisi Kritis: Musim kemarau meningkatkan insiden kebakaran rumah, lahan kosong, hingga kawasan hutan jati di Kabupaten Tegal.
- Penyebab Utama: Kelalaian pembakaran sampah, instalasi listrik usang (tidak ber-SNI), dan penataan kios bensin eceran yang berdekatan dengan sumber api.
- Kasus Nyata: Tiga kios di Perempatan Pasar Margasari terbakar akibat botol bensin jatuh menyambar api, merugi puluhan juta rupiah.
- Langkah Darurat: Periksa listrik berkala per 5 tahun dan segera hubungi Call Center 112 atau pihak berwenang jika melihat titik api.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa penyebab utama maraknya kebakaran di Tegal saat kemarau?
- Penyebab utamanya adalah kelalaian saat membakar sampah di lahan kering, instalasi listrik tua yang memicu korsleting, serta penempatan botol bensin eceran yang terlalu dekat dengan sumber panas atau kompor.
Berapa kali idealnya pemeriksaan instalasi listrik rumah dilakukan?
- Pemeriksaan instalasi listrik idealnya dilakukan secara menyeluruh minimal lima tahun sekali, atau bisa lebih cepat jika ditemukan kabel yang terkelupas dan sambungan yang rusak.
Ke mana masyarakat harus melapor jika terjadi kebakaran di Tegal?
- Masyarakat bisa langsung menghubungi Layanan Darurat Call Center 112, atau segera melapor ke pemerintah desa setempat, Polsek, dan Koramil terdekat sebelum api meluas.
Upaya pencegahan kebakaran membutuhkan komitmen bersama dari seluruh lapisan masyarakat. Disiplin dalam mengelola sampah, memperbarui instalasi listrik, serta menata bahan mudah terbakar adalah langkah nyata untuk melindungi pemukiman dari ancaman si jago merah.