ADIWERNA, radartegal.com - Pemerintah Kabupaten Tegal terus berupaya membakar semangat wirausaha masyarakat melalui sektor perikanan darat. Langkah nyata ini diwujudkan lewat sosialisasi dan bimbingan teknis budidaya lele lahan kering yang dikenal dengan nama program Lelaki.
Program inovatif ini menyasar pemanfaatan pekarangan rumah yang terbatas agar mampu menghasilkan keuntungan ekonomi yang menjanjikan. Melalui Dinas Perikanan, Pemkab Tegal membekali warga dengan teknologi modern budidaya air tawar.
Pelatihan strategis tersebut dilaksanakan di Desa Pagiyanten, Kecamatan Adiwerna. Dinas Perikanan merangkul kelompok pembudidaya lokal yang telah diproyeksikan sebagai calon penerima manfaat program.
Bantuan Paket Kolam Lengkap dari APBD II
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal, Riesky Trisbiyantoro, menjelaskan bahwa para peserta bakal menerima stimulus modal yang bersumber dari APBD II. Dukungan ini diberikan dalam bentuk paket sarana produksi budidaya yang siap pakai.
Didampingi Kabid Perikanan dan Budidaya Darmanto, Riesky merinci bantuan tersebut mencakup empat unit kolam terpal bundar berdiameter dua meter. Selain wadah budidaya, kelompok pembudidaya juga memperoleh 6.000 ekor benih lele berkualitas.
"Kami melibatkan kelompok pembudidaya calon penerima program budidaya lele lahan kering. Nantinya mereka berhak mendapatkan bantuan dari APBD II," ujar Riesky pada Selasa (28/7/2026).
Fasilitas pendukung lain seperti pasokan pakan dari awal tebar hingga panen, probiotik penjaga kualitas air, serta bak sortir turut diserahkan kepada para peserta program Lelaki.
Solusi Hemat Air dan Lahan Terbatas
Riesky menegaskan bahwa materi utama pelatihan berfokus pada penerapan teknologi kolam terpal dan sistem bioflok. Metode ini menjadi solusi jitu bagi warga yang tidak memiliki area tanah luas maupun pasokan air yang melimpah.
"Di sini kami berikan pelatihan strategis untuk memanfaatkan pekarangan terbatas, menghemat penggunaan air, dan meningkatkan ekonomi warga," cetusnya.
Peserta bimbingan teknis dibekali keahlian manajemen kualitas air secara komprehensif. Pelatihan mencakup strategi pengolahan media hidup ikan, teknik penghematan air, hingga pemanfaatan limbah air kolam sebagai pupuk organik tanaman.
Sektor teknis seperti aklimatisasi atau adaptasi bibit baru, efisiensi takaran pakan, pencegahan wabah penyakit, hingga simulasi perhitungan modal awal turut dikupas secara mendalam.
Membangun Mental Wirausaha Warga Tegal
Peluang bisnis budidaya lele lahan kering di Kabupaten Tegal dinilai sangat potensial. Kendati demikian, Dinas Perikanan menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak sekadar diukur dari banyaknya jumlah panen.
Proses pembelajaran kelompok dalam menghadapi tantangan teknis menjadi pilar paling penting. Kerjasama antaranggota dalam merawat ikan dan mengelola efisiensi pakan menjadi kunci utama agar hasil yang didapat bisa maksimal.
"Kalau sudah memahami tekniknya, menjiwai prosesnya dan menemukan passion di dalamnya, maka beternak lele bisa menjadi usaha yang sangat menjanjikan," pungkas Riesky.
Ia meyakini, jika mentalitas wirausaha ini sudah terbentuk, hasil panen lele tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga sanggup menembus pasar komersial yang lebih luas.