“Ini menghemat banget, membantu kami menekan pengeluaran,” ujar warga asal Pati yang hendak merantau di Bekasi ini.
Ia menyatakan, sudah berulangkali menikati program tersebut, namun sebelumnya selalu menggunakan armada bus. Adapun perjalanan balik rantau dengan kereta api kali ini menjadi pengalaman pertama bagi keluarganya.
BACA JUGA: Mudik Gratis ke Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 16.186 Pemudik Pulang Kampung dari Jabodetabek
BACA JUGA: One Way Nasional Arus Balik Diberlakukan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Sampaikan Pesan Ini
Ia mengaku senang karena kedua anaknya bisa merasakan pengalaman naik kereta jarak jauh untuk pertama kali.
“Senang, soalnya bisa mengajak anak-anak yang belum pernah naik kereta,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Nani Rusmalani, perantau asal Demak yang sehari-hari tinggal di Bogor. Ia bersama suaminya, Zainal Mubarok, mengikuti program balik gratis kereta api untuk pertama kalinya.
Menurut Nani, sebelumnya saat mudik ke kampung halaman ia menempuh perjalanan menggunakan bus. Karena itu, pengalaman mengikuti program balik gratis dengan kereta api kali ini terasa berbeda dan menyenangkan.
BACA JUGA: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pengadaan Barang dan Jasa
BACA JUGA: Gubernur Jateng Cek Rumah Calon Penerima Bantuan RTLH di Semarang
“Baru pertama kali ikut balik rantau gratis kereta ini. Kemarin mudik pulang naik bus. Pengalamannya seru,” ujarnya.
Sementara itu, Zainal Mubarok mengaku biasanya ia mudik secara mandiri dengan biaya perjalanan yang tidak sedikit. Karena itu, program balik rantau gratis sangat membantu dari sisi ekonomi.
“Biasanya mudik umum, habisnya sampai Rp1 juta per orang. Jadi ini sangat membantu,” ucapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng dan berharap ke depan jumlah gerbong yang disediakan untuk program mudik dan balik rantau gratis bisa ditambah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Luthfi atas dukungannya. Harapan ke depan mudah-mudahan lebih banyak gerbong yang disediakan untuk yang mudik gratis,” tandasnya.