SLAWI, radartegal.com - Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Tegal gelar kegiatan bertajuk BACKSTREET: Bangun Awareness Remaja Melalui Edukasi Terarah. Dalam kegiatan tersebut, remaja Tegal diajak pahami risiko pernikahan dini.
Adalah Kepala Bidang PPPA Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tegal, Pangestutining, pemateri BACKSTREET FORPIS yang mengajak remaja Tegal pahami risiko pernikahan dini.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung PMI Kabupaten Tegal, Sabtu 7 Maret 2026 itu, Pangestutining memberikan edukasi kepada remaja mengenai pencegahan pernikahan dini.
Kemudian pentingnya menjaga diri dari risiko kehamilan di bawah umur, serta pemahaman awal tentang peran dan tanggung jawab menjadi orang tua di masa depan.
BACA JUGA:Gandeng Komunitas, Layanan Perpustakaan Akhir Pekan di Kabupaten Tegal Disiapkan
BACA JUGA:Gerakan Santri Menulis ke-32: Bupati Tegal Dorong Santri Jadi Kreator Konten Positif
Dampak Pernikahan Dini
Melalui penyampaian materi yang disertai studi kasus, para peserta diajak memahami berbagai dampak yang dapat muncul dari pernikahan di usia dini.
Mulai dari dampak kesehatan reproduksi, tekanan psikologis, hingga persoalan sosial yang kerap muncul ketika pasangan belum siap secara mental maupun ekonomi.
“Remaja perlu memahami bahwa menikah bukan sekadar soal cinta. Ada tanggung jawab besar yang harus dipikul, baik secara mental, ekonomi, maupun sosial. Karena itu, penting bagi remaja untuk menyiapkan masa depan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berumah tangga,” ujar Pangestutining.
BACKSTREET FORPIS Kabupaten Tegal
Ia juga mengapresiasi inisiatif FORPIS Kabupaten Tegal yang menyelenggarakan kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, peran remaja sangat penting sebagai agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
BACA JUGA:Remaja di Tarub Tegal Ditemukan Meninggal di Sungai, Keluarga Tolak Autopsi
BACA JUGA:Jangkauan Sudah 70 Persen, Satgas MBG Kabupaten Tegal Perkuat Pengawasan
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif FORPIS Kabupaten Tegal dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi seperti ini. Remaja merupakan agen perubahan yang memiliki peran penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya,” ucapnya.
Menurut Pangestutining, melalui edukasi tentang pencegahan pernikahan dini dan kesehatan reproduksi, diharapkan para remaja dapat memahami pentingnya merencanakan masa depan secara matang.
“Harapannya, para remaja tidak hanya memahami materinya, tetapi juga mampu menjadi pelopor yang menyebarkan informasi positif kepada teman sebaya di lingkungan mereka,” harapnya.