TEGAL, radartegal.com – Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tegal XII, Minggu, 18 Januari 2026. Tak hanya berhasil memilih ketua dan sekretaris yang baru, kegiatan yang digelar di Gedung DPD KNPI sekaligus mengakhiri dualisme kepengurusan yang sempat melandanya.
Ketua GMNI Tegal periode 2026-2028 yang baru saja terpilih, M. Lutfi Azkiya mengatakan Konfercab merupakan momentum tertinggi tingkat cabang. Itu, diselenggarakan sebagai wadah regenerasi kepemimpinan.
“Sekaligus ruang dialektika untuk merumuskan arah gerak organisasi dalam menjawab tantangan zaman di wilayah Tegal,” katanya.
Selain itu, kata Lutfi, kegiatan yang mengambil tema "Bersatu Karena Kuat, Kuat Karena Bersatu" itu juga menjadi saksi semangat persatuan kader GMNI. Di mana, itu menekankan soliditas internal adalah fondasi utama dalam membangun kekuatan kolektif untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dan kaum marhaen.
BACA JUGA: Akhiri Dualisme, DPC GMNI Tegal Deklarasikan Persatuan
BACA JUGA: Organisasi Mahasiswa Diminta Gubernur Jateng Ikut Dampingi Desa Miskin: Akan Saya Tunjuk
“Forum tertinggi tingkat cabang ini secara mufakat menetapkan kami sebagai ketua dan sekretaris terpilih untuk masa juang 2026-2028. Untuk kemudian menahkodai organisasi selama dua tahun ke depan,” jelasnya.
Melalui hasil Konfercab itu, kata Lutfi, GMNI Tegal berkomitmen untuk terus bergerak dalam bingkai persatuan yang kokoh. Di mana kepemimpinan terpilih diharapkan mampu membawa organisasi menjadi lebih progresif.
“Serta berdampak nyata bagi masyarakat luas selaras dengan semangat nasionalisme yang menjadi fondasi utama Gerakan,” pungkasnya.
Sementara itu, sebelumnya, etua Persatuan Alumni (PA) GMNI Kota Tegal Arif Nurfalah yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan tema itu merupakan pengingat bagi seluruh kader. Kekuatan organisasi tidak lahir dari kepintaran individu semata, melainkan dari kepaduan barisan yang solid dalam satu garis perjuangan Marhaenisme.
“Selamat dan semangat kepada seluruh kader GMNI Tegal. Saya berharap agar mampu meningkatkan seluruh potensi untuk menjawab tantangan zaman serta tetap konsisten menjadi kontrol sosial yang kritis namun solutif di wilayah Tegal.