Versi asli inilah yang menjadi jajanan pasar sekaligus street food yang paling dicari. Mendoan sendiri artinya dari bahasa Banyumas yang berarti setengah matang.
Tempe yang digunakan sangat tipis tapi lebar. Penggorengannya pun hanya sebentar, tujuannya agar tepung pembungkusnya masih lembek dan tidak kering. Biasa disajikan dengan sambal kecap, yang dicampur irisan cabai rawit dan bawang merah mentah.
BACA JUGA: 6 Tempat Outbound di Purwokerto Terbaik untuk Study Tour dan Family Gathering
BACA JUGA: 3 Toko Souvenir Unik di Purwokerto Wajib Buat Jadi Oleh-oleh
Rasa Tempe Mendoan Purwokerto ini gurih dan agak pedas dari sambalnya. Bisa dicemil sendiri atau jadi pendamping hidangan utama.
3. Nopia dan Mino
Jajanan pasar asli Purwokerto satu ini juga sudah sangat terkenal. Bahkan jadi oleh-oleh wajib yang harus dibeli dari Purwokerto.
Nopia adalah jajanan pasar berupa kue kering atau pastry tradisional yang sangat unik dari Purwokerto. Nopia punya bentuk bulat seperti bola pingpong, dibuat dari adonan tepung yang dipanggang dalam tungku tanah liat.
Sementara itu, untuk Mino adalah versi mininya (ukuran lebih kecil). Kue tradisional khas Purwokerto ini teksturnya renyah di luar dan memiliki isian utama, yaitu gula merah cair yang manis.
BACA JUGA: 5 Air Terjun di Purwokerto yang Masih Hidden Gem, Suasananya Bikin Tenang Jiwa
BACA JUGA: Rekomendasi 5 Oleh-Oleh Populer dari Purwokerto, Enak dan Terjangkau
Saat digigit, isian gula merahnya lumer dan terasa melekat di lidah. Isiannya sendiri ada bervariasi saat ini, seperti cokelat, pandan, hingga keju, namun isian gula merah tetap yang paling otentik.
Uniknya, Nopia Mino ini dibuat dengan cara yang masih tradisional, dengan tungku bakar. Inilah yang memberikan aroma asap yang khas, menjadikannya camilan yang sempurna untuk teman minum teh.
Penutup
Itulah beberapa jajanan pasar asli Purwokerto yang bisa Anda coba cicipi, maupun dijadikan buah tangan. Jangan lupa dicatat ya!