Tidak tanggung-tanggung ia mengumpulkan kekuatan dengan bergabung bersama tukang begal dan maling untuk memberontak Kerajaan Demak. Ia melakukan aksi-aksi pemberotakan di sekitar wilayah Kerajaan Demak.
Ia bersama kelompoknya merampas, mencuri, merampok harta para bangsawan Demak. Setiap hari ia bergilir menyatroni rumah-rumah para bangsawan.
Kemudian dia dikejar-kejar dengan punggawa Demak sehingga Sultan Trenggono meminta bantuan Raden Mas Said atau yang dikenal dengan sebutan Sunan Kalijaga. Sultan Trenggono meminta bantuan Sunan Kalijaga untuk membawa Jamaludin ke Kerajaan Demak.
BACA JUGA: Sejarah Kelurahan Panggung Tegal, Sarat Kisah yang Terkait Ulama Kharismatik dari Jazirah Arab
Hingga akhirnya Jamaludin singgah di daerah pedukuhan dan tinggal beberapa hari di sana dan membagikan sebagian barang hasil rampokannya kepada masyarakat sekitar. Sebagai penanda Jamaludin menanam pohon randu di atasnya. Sembari berpesan kepada masyarakat sekitar untuk merawat daerah yang ditandai itu.
“Rawaten ponggonan iki!” yang berarti, “Peliharalah tempat ini.”
Mengetahui kabar bahwa Sunan Kalijaga sedang mengejarnya, Jamaludin melanjutkan kembali perjalanan dan meninggalkan pedukuhan itu. Dalam perkembangannya, wilayah tersebut kemudian menjadi Desa Lawatan yang berasal dari kata rawaten.
BACA JUGA: Sejarah Asal-usul Desa Lebaksiu Tegal, Kini Punya Ikon Unik yang Mendunia
Kesimpulan
Sejarah Desa Lawatan di Tegal ternyata terkait dengan sosok Jamaludin, sang perampok harta para bangsawan Demak, yang kemudian pergi dan berusaha menghindar dari kejaran Sunan Kalijaga hingga sampai ke Tegal.
Demikian informasi mengenai sejarah Desa Lawatan di Tegal. Semoga bermanfaat.