1. Tarikan motor berat
Mencampur penggunaan kedua jenis bensin ini ke motor bisa membuat tarikan gasnya terasa berat. Sebab, senyawa bahan bakar keduanya tidak bisa bercampur dengan baik.
Sesuai penjelasan tadi, nilai oktan antara pertamax dan pertalite berbeda. Maka dari itu jika keduanya dicampur bisa mengganggu kinerja mesin pada motor.
BACA JUGA: Tips Merawat Motor Matic Setelah Dipakai Mudik, Jangan Sepelekan Jika Tak Mau Turun Mesin
Lebih baik gunakan jenis bahan bakar yang memang direkomendasikan pabrikan motor yang Anda gunakan. Hal ini demi menjaga kualitas tarikan motor jangka panjang.
2. Lampu indikator check engine hidup
Risiko campur BBM pertamax dan pertalite pada motor bisa terlihat pada indikator check engine yang hidup. Jika lampu indikatornya menyala berarti ada masalah di mesinnya.
Mencampur kedua jenis bahan bakar ini membuat terus hidup yang menandakan tidak cocoknya bahan bakar yang digunakan. Sebab, sensor mesin akan mendeteksi adanya perbedaan bahan bakar yang memicu indikator peringatan tersebut.
Jangan abaikan soal lampu indikator check engine yang terus-terusan menyala. Segeralah bawa ke tempat service untuk mencegah adanya kerusakan lebih lanjut.
BACA JUGA: Tips Hemat Baterai Mobil Listrik, Mudik Nyaman, Aman, dan Ramah Lingkungan
3. Performa mesin turun
Bahaya mencampur pertamax dan pertalite selanjutnya bisa mempengaruhi kinerja mesin motor. Hal ini karena seringnya mencampur dua jenis BBM yang berbeda akan menimbulkan pembentukan kerak di mesin.
Inilah yang membuat performa mesin motor jadi turun dan tidak seresponsif saat awal-awal penggunaan. Kerak pada mesin bisa mengganggu proses pembakaran di ruang mesin dan jika dibiarkan akan memicu masalah lain pada komponen mesin.
4. Engine knocking
Risiko campur BBM pertamax dan pertalite yaitu memicu mesin motor jadi ngelitik atau engine knocking. Hal ini ditandai adanya suara aneh seperti ketukan dari ruang pembakaran mesin. Jika motor Anda mengalami ini, segera bawa ke tempat service daripada ada kerusakan lebih lanjut.
Penutup