Banjir Bandang Terjadi di Pekalongan, 50 Rumah Rusak dan 2 Orang Meninggal Dunia

Kamis 14-03-2024,08:45 WIB
Reporter : Khikmah Wati
Editor : Khikmah Wati

RADAR TEGAL- Musibah banjir bandang terjadi di Pekalongan. Tepatnya di Desa Wangandowo Sabrang Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan pada Rabu, 13 Maret 2024 malam.

Salah satu warga Desa Wangandowo, Jami Azami mengatakan musibah banjir bandang yang terjadi di Pekalongan tersebut terjadi saat warga sedang menjalani ibadah tarawih. Menurutnya, mendadak air masuk ke tempat mereka beribadah.

"Melihat kejadian itu warga yang sedang tarawih membubarkan diri untuk menyelamatkan diri ke lokasi yang aman," tutur dia. 

Hingga Kamis, 14 Maret 2024 dini hari tadi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo mengatakan pihaknya bersama TNI/Polri dan sukarelawan masih melakukan proses evakuasi terhadap para korban banjir bandang yang terjadi di Pekalongan. 

BACA JUGA: Banjir Bandang Rusak Pancuran 13 Obyek Wisata Guci Tegal

Musibah banjir bandang yang terjadi di Pekalongan juga mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Sedikitnya 50 rumah rusak yang dua di antaranya terbawa banjir bandang. 

"Setelah dilakukan pencarian, kami menemukan dua korban meninggal dunia akibat terseret banjir," katanya seperti dikutip dari JPNN.com. 

Dari sumber yang beredar di media sosial, banjir bandang yang terjadi di Pekalongan tersebut merupakan dampak dari jebolnya tanggul pembangunan pabrik sepatu. Nampak di dalam rekaman video yang diposting akun Instagram @keliling Tegal, debit air mengalir dengan deras. 

Saat ini beberapa warga diketahui tengah berusaha mengevakuasi warga lain yang masih terjebak banjir bandang di Pekalongan dan membutuhkan pertolongan.

BACA JUGA: Banjir Bandang, Jembatan Pagerbarang Tegal Ambrol, Pemkab Siapkan Rp400 Juta untuk Penanganan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Jawa Tengah juga melakukan proses evakuasi puluhan warga yang terdampak banjir bandang yang terjadi di Desa Wangandowo Kecamatan Bojong.

Budi Raharjo mengatakan intensitas curah hujan yang tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan mengakibatkan tanggul di sungai Desa Wangandowo jebol sehingga banjir merendam permukiman warga setempat. 

"Sekarang ini kami menyediakan lokasi pengungsian warga di Balai Desa Wangandowo," katanya. 

Saat ini, korban yang meninggal dunia karena banjir bandang yang terjadi di Pekalongan sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen untuk mendapatkan visum. 

"Adapun rencananya berikutnya kami kini masih berada di lokasi kejadian untuk meminta warga mengungsi ke Balai Desa Wangandowo," katanya terkait korban banjir bandang yang terjadi di Pekalongan. (*)

Kategori :