Asal Usul Desa Pesarean Adiwerna Tegal yang Menyimpan Kisah Heroik Raja Mataram dengan Wasiat Terakhirnya

Kamis 17-08-2023,13:55 WIB
Reporter : Ferdinan Alamsyah
Editor : Ferdinan Alamsyah

 

Selama abad ke-16, Mataram mengalami goncangan hebat. Pangeran Trunojoyo, penuh dendam, mengincar tahta setelah kematian Sultan Agung. 

 

Pertempuran pun meletus, menghancurkan kedamaian. Amangkurat I, yang kemudian menjadi Raja Mataram, terlibat dalam pertempuran sengit melawan Trunojoyo. 

 

Namun, apakah ada alasan di balik keputusan Raja ini untuk memilih tempat pemakaman yang jauh dari para Raja lain?

 

Perjalanan menuju jawabannya membawa kita ke perang antara Pangeran Puger dan Adipati Anom, anak-anak Raja Amangkurat I. 

 

Keduanya bertarung dengan sengit karena ambisi pada tahta Mataram. Namun, pertempuran tak menghasilkan kemenangan jelas, dan akhirnya terciptalah Perjanjian Giyanti tahun 1677. 

 

Mataram terbagi menjadi dua kerajaan, Solo dan Mataram. Sementara itu, Raja Amangkurat I, dalam keterasingannya di Desa Pasaranom, terus berjuang melawan penyakit yang tak tersembuhkan. 

 

Dalam wasiat terakhirnya, ia menginginkan pemakaman di sebuah dataran tinggi yang harum. Wasiat ini menjadi kenyataan, dan wilayah ini berkembang menjadi Desa Pesarean, mengabadikan kisah heroik Raja Mataram.

 

Mengapa Raja Mataram memilih tempat tidur abadi di Pesarean? Kita merenung tentang keberanian dan keinginan yang menggerakkan hatinya. 

Kategori :