Kapasitas TPA Overload, Pemkot Upayakan Pengurangan Sampah Hulu dengan Tegal Merdeka Sampah

Rabu 16-08-2023,16:17 WIB
Reporter : Teguh Mujiarto
Editor : Teguh Mujiarto

RADAR TEGAL - Tingginya produksi sampah di Kota Tegal, menyebabkan kapasitas tempat Pembuangan Akhir (TPA) mengalami over capacity atau overload. Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot), berupaya mengurangi produksi sampah dari hulu, salah satunya lewat program Tegal Merdeka Sampah.

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat bersama YYADU (Yok Yok Ayok DaurUlang!) menggelar sosialisasi program tersebut, Selasa 15 Agustus 2023. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber, antara lain Kepala DLH Nani Lestari dan Hanggara Sukandar yang merupakan penggagas YYADU.

Saat ditemui sejumlah awak media, Kepala DLH Kota Tegal, Nany Lestari mengatakan saat ini produksi sampah di Kota Bahari mencapai 200 Ton per hari. Hal itu, mengakibatkan kondisi TPA saat ini mengalami overload.

"Karenanya, kita perlu mengurangi sampah dari hulu. Apalagi, saat ini produksi sampah di kota Tegal mencapai 200 ton per hari dan didominasi sampah plastik,"kata Nany.

Menurut Nany bukan hanya oleh Pemkot dan YYADU, pihaknya juga ingin melibatkan masyarakat untuk aktif dalam tata kelola dan daur ulang sampah. Dengan begitu, produksi sampah dari hulu bisa dikurangi.

Nany menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya bersama pihak penggagas akan menggelar lomba video proses daur ulang. Hal itu, sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat. 

Penggagas YYADU, Hanggara Sukandar yang juga menjadi narasumber mengatakan dalam kegiatan sosialisasi Tegal Merdeka Sampah pihaknya mengundang 27 perwakilan dari masing-masing Kelurahan di Kota Tegal. Nantinya, mereka akan ikut berpartisipasi dalam program tersebut.

"Melalui program ini, kami berharap masyarakat dari berbagai golongan memahami tentang pengelolaan sampah secara menyeluruh. Dari hulu hingga hilir dan dapat mewujudkan Kota Tegal segera kota merdeka sampah,"ungkap Direktur Trinseo Materials itu.

Hanggara menambahkan, pihaknya juga akan melanjutkan proses kolaborasi agar hasilnya bisa maksimal. Kolaborasi dari unsur produsen, swasta, komunitas lingkungan dan pemerintah daerah.

"Salah satunya lewat lurah, nanti lurah yang mengkoordinasikan dengan masyarakat,"pungkasnya. ***

 

Kategori :