“Sementara otak pelaku adalah pejabat daripada kota Makassar. Dia Kasatpol PP,” ucapnya.
Ia menegaskan penembakan Najamuddin bukan teror, melainkan motif pribadi. “Untuk motif daripada pelaku ini adalah cinta segitiga. Motif pribadi,” jelas Budi Haryanto.
“Tidak ada teror di Kota Makassar ini, tapi ini adalah motif atau masalah pribadi, sehingga terjadi penembakan pada Minggu, 3 April 2022,” tambahnya. (pojoksatu/zul)