Pegiat media sosial Eko Kuntadhi ikut merespon pengeroyokan terhadap dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando saat demonstrasi mahasiswa, Senin (11/4).
Eko Kuntadhi menduga, pelaku bermaksud mempermalukannya di depan orang banyak.
Padahal, Ade Armando dikenal sebagai orang yang paling keras menolak ide perpanjangan atau tiga periode.
“Suaranya disampaikan dengan tegas,” tulis Eko di laman Twitternya.
“Saya dan @Dennysiregar7 juga berpandangan sama. Menolak keras ide tersebut. Makanya mungkin bang Ade santai saja ketika meliput demonstran," bebernya.
“Tapi bang Ade lupa. Di lapangan bukan orang yang punya otak yang ngumpul. Mereka cuma punya kebencian dan keberngasan. Mareka menganiaya Ade Armando dengan bengis. Bermaksud mempermalukannya. Sebab mrka bukan demo utk aspirasi. Mereka mau mencari kerusuhan,” tulis Eko Kuntadhi.
Ade Armando babak belur dianiaya sekelompok orang di kawasan Gedung DPR RI.
Sebelumnya, dosen Universitas Indonesia (UI) ini berada di kawasan Gedung DPR RI.
Ketua Pergerakan Indonesia Untuk Semua (PIS) Ade Armando mengaku mendukung gerakan mahasiswa yang menolak wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.
“Saya tidak ikut demo. Tapi mantau dan ingin menyatakan saya mendukung,” bebernya, saat ditemui di depan Gedung DPR RI, Senin (11/4).
Hadir di tengah demonstrasi di depan gerbang Gedung DPR/MPR pada Senin (11/4) sore, Ade Armando menjadi korban pengeroyokan.
Ade Armando babak belur dikeroyok sekelompok orang saat hadir di tengah demonstrasi.
Ade Armando tiba-tiba menjadi sasaran amukan sekelompok orang yang berada di lokasi aksi unjuk rasa mahasiswa.
Namun, mereka tidak terlihat menggunakan atribut mahasiswa itu. Akibat aksi kekerasan tersebut, kedua mata Ade Armando mengalami bengkak setelah dikeroyok.
Bahkan, celana Ade Armando juga dilucuti oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab tersebut.
Setelah dikeroyok, tiga polisi membopong Ade Armando ke dalam Gedung Parlemen.