Teroris KKB Pasti Keder, 400 Personel 'Pasukan Setan' Diangkut KRI 592 Banjarmasin ke Papua

Selasa 25-05-2021,07:20 WIB

400 pasukan yang dijuluki ‘Pasukan Setan’ diangkut Kapal Perang KRI 592 Banjarmasin ke Papua. Ke-400 personel TNI itu akan tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan).

Ratusan personel itu dikirim untuk mendamaikan wilayah Papua. Pemberangkatan 400 personel Batalyon Infanteri 315/Garuda Kodam III Siliwangi itu dilakukan di Lapangan Mulyono Silam, Dermaga Kolinlamil Jakarta Utara, Senin (24/5).

Pelepasan ratusan personel TNI tersebut dipimpin langsung Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan dihadiri Inspektur Kolinlamil Laksma TNI Frendy H Saragih.

Ratusan ‘pasukan setan’ tersebut dikirimkan ke wilayah Papua dengan KRI Banjarmasin 592. Kapal perang jenis Landing Platform Docking (LPD) yang dikomandani Letkol Laut (P) Nur Rohmad Ibrahim tersebut akan menurunkan pasukan yang bertugas dalam pengamanan daerah-daerah rawan di Papua di Dermaga Merauke.

Panglima Kolinlamil Laksda TNI Irvansyah mengatakan pengiriman 400 personel pasukan tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seluruh aktivitas dari embarkasi personel hingga saat melintas di laut akan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan arahan pemerintah.

Selain menurunkan pasukan di daerah operasi yang telah ditentukan, KRI Banjarmasin 592 akan menarik pasukan Satgas sebelumnya yang telah bertugas selama 10 bulan.

Para pasukan Satgas tersebut akan dikembalikan ke kesatuan asalnya. Sebelumnya, TNI telah mempersiapkan 400 prajurit Batalion Infanteri 315/Garuda untuk bertugas di Papua.

Pengerahan ratusan prajurit yang dikenal dengan sebutan Pasukan Setan ini pun akhirnya dilakukan.

“Itu pasukan batalion, namanya Pasukan Setan, sebutannya dari dulu. Itu dari batalion, dari Bandung itu,” kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwilhan) III Kolonel (Czi) IGN Suriastawa, Rabu (5/5).

“Memang dia tugasnya seperti waktu di Aceh, penumpasan (GAM) dia juga,” katanya.

Soal apakah Pasukan Setan akan turut memburu teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB), Suriastawa menyebut hal itu bergantung pada hasil rapat pimpinan TNI dengan Polri.

Suriastawa menyebut teroris di Papua berbeda dengan teroris pada umumnya di Indonesia, karena KKB juga merupakan gerakan separatis. “Ini kan masih rapat antara polisi dan TNI. Membahas. Karena teroris itu kaitannya biasanya kepolisian kalau teroris,” katanya.

“Tapi terorisnya sekarang, permasalahannya teroris separatis, terlatih, terdidik. Intinya ditunggu saja hasil keputusan pada rapat antarpimpinan,” jelas Suriastawa. (pojoksatu/zul)

Tags :
Kategori :

Terkait