Relawan yang mendaftar tersebut terbagi menjadi 6.721 relawan medis dan 24.754 nonmedis. "Relawan seperti dokter, perawat dan lainnya ditempatkan di rumah sakit khusus COVID-19. Yakni di RS Darurat Wisma Atlet dan RS Darurat Pulau Galang atau rumah sakit-rumah sakit rujukan yang kekurangan SDM," kata Prasetyo di Jakarta, Sabtu (12/9).
Sementara relawan nonmedis dibagi menjadi beberapa kelompok. Tugasnya memberikan pendampingan kepada masyarakat. Seperti pendampingan di rumah-rumah ibadah, pendampingan di pesantren, pendampingan program nasi murah, pendampingan di panti jompo, serta mengawal protokol kesehatan dan lain-lain.
"Setiap relawan yang mendaftar akan dibekali empat materi dasar sebelum siap diterjunkan. Materi tersebut tentang relawan dan dasar-dasar kerelawanan, tentang COVID-19 dan protokol kesehatan, materi update situasi terakhir, dan tentang menjaga motivasi. Kami mengelola 31 ribu relawan dalam keterbatasan. Prioritasnya untuk daerah dengan status PSBB terlebih dulu. Prosesnya tidak mudah. Sehingga banyak relawan yang menunggu," paparnya. (rh/zul/fin)