Pemprov Jateng Kumpulkan 609 Riset untuk Terobosan Pembangunan

Pemprov Jateng Kumpulkan 609 Riset untuk Terobosan Pembangunan

Gubernur Jateng menyerahkan hadiah kepada pemenang--

SEMARANG, radartegal.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memperkuat fondasi pembangunan daerah berbasis data saintifik. Sebanyak 609 karya riset dan 263 naskah artikel berhasil dikumpulkan dalam ajang Gelar Karya Riset Pembangunan dan Menulis Berdampak 2026.

​Hasil kolaborasi intensif ini melahirkan 51 policy brief atau ringkasan kebijakan strategis. Dokumen rekomendasi tersebut disiapkan untuk mendukung perumusan arah pembangunan Jawa Tengah di berbagai sektor. ​Program riset skala nasional ini diselenggarakan oleh Pemprov Jateng bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

​Apresiasi Akademisi dan Masyarakat se-Indonesia

​Ajang tahunan ini menarik minat luas dari berbagai penjuru tanah air. Peserta yang terlibat mencakup kalangan akademisi perguruan tinggi, peneliti independen, hingga elemen masyarakat umum.

​Puncak apresiasi ditandai dengan gelaran Anugerah Karya Riset Pembangunan (AKRP) Jateng dan Menulis Berdampak 2026. Acara bertempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Kamis (15/10/2026).

BACA JUGA: Pemprov Jateng Tanggung Biaya Kos Mahasiswa NTT Terdampak Bencana

BACA JUGA: Strategi Pemprov Jateng Lestarikan Bahasa Jawa Lewat Kebiasaan dan FTBI 2026

​Melalui ajang ini, Pemprov Jateng terus memacu iklim inovasi agar hasil penelitian dapat diterapkan secara nyata bagi kesejahteraan warga.

​Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Pembangunan Berbasis Riset

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya peranan riset dalam setiap proses pengambilan keputusan pemerintah. Menurutnya, hasil karya ilmiah tidak boleh sekadar menjadi tumpukan dokumen di atas kertas.

​"Basis pembangunan di tempat kita adalah riset, sehingga hasil riset ini akan kita kumpulkan dan nantinya akan menjadi terobosan kreatif untuk pengembangan wilayah," ujar Luthfi saat menghadiri acara tersebut.

​Ia menambahkan bahwa aplikasi riset secara langsung sangat krusial agar dampaknya nyata dirasakan masyarakat. Peneliti juga diminta bersiap jika sewaktu-waktu dipanggil oleh Pemprov Jateng maupun pemerintah daerah lain untuk membantu formulasi kebijakan.

BACA JUGA: Kolaborasi BOPPJ dan Pemprov Jateng Perkuat Pesisir Pantura Lewat Mangrove

BACA JUGA: Dishub Gercep Bikin Bumijawa Terang, DPRD Kabupaten Tegal Sentil Pemprov Jateng!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: